Tegas dan Rasional

Nyiang Kubur Kembali Digelar, Warga Sungkap Bersihkan Makam Jelang Ruahan

0 235

TerabasNews, BANGKA TENGAH – Tradisi lokal Nyiang Kubur kembali dilaksanakan masyarakat Desa Sungkap, Kecamatan Simpang Katis, Jumat (16/1/2026). Kegiatan gotong royong membersihkan area pemakaman ini tidak hanya bertujuan menjaga kebersihan, tetapi juga menjadi sarana pelestarian budaya serta mempererat kebersamaan antarwarga.

Tradisi yang telah berjalan selama lima tahun tersebut diikuti masyarakat dari berbagai kalangan usia. Anak-anak, orang dewasa hingga lansia tampak ikut ambil bagian membersihkan makam dengan peralatan sederhana seperti pacul, parang, dan gerobak dorong. Kurang dari satu jam, area pemakaman Desa Sungkap tampak bersih dan tertata.

Bupati Bangka Tengah, Algafry Rahman, turut hadir dan berbaur bersama masyarakat dalam kegiatan tersebut. Kehadiran kepala daerah ini menambah semangat warga yang datang tidak hanya dari Desa Sungkap, tetapi juga dari luar daerah.

Algafry menilai tradisi Nyiang Kubur memiliki makna penting dalam menjaga nilai-nilai budaya dan spiritual masyarakat Bangka Tengah.

“Kegiatan ini menunjukkan kepedulian masyarakat terhadap budaya, kebersihan, dan penghormatan kepada para leluhur. Ini tradisi yang sangat baik dan patut terus dilestarikan,” ujarnya.

Ia juga menyebutkan bahwa pelaksanaan Nyiang Kubur menjelang ruahan menjadi momentum bagi warga perantauan yang akan pulang untuk berziarah.
“Ketika warga yang tinggal jauh datang, makam keluarga sudah dalam keadaan bersih dan rapi. Ini bentuk kepedulian bersama,” katanya.

Sementara itu, Ketua Yayasan An-Nur Desa Sungkap, Rahmat, mengatakan bahwa Nyiang Kubur dulunya dilakukan secara terpisah oleh masing-masing keluarga. Seiring waktu, masyarakat berinisiatif mengemasnya menjadi kegiatan gotong royong massal.

“Kegiatan ini rutin dilaksanakan setiap Jumat di akhir bulan Rajab, diawali dengan tahlil dan doa bersama. Gotong royong dikhususkan untuk laki-laki, namun terbuka untuk umum, termasuk warga luar daerah yang memiliki makam keluarga di Sungkap,” jelas Rahmat.

Melalui tradisi Nyiang Kubur, masyarakat Desa Sungkap berharap nilai kebersamaan, keimanan, dan kecintaan terhadap budaya lokal dapat terus terjaga dari generasi ke generasi.

Leave A Reply

Your email address will not be published.