Categories: DPRD

Muchtar Motong: Jangan Malu, Tak Sanggup Serahkan ke Pusat

TerabasNews, Pangkalpinang – Anggota DPRD Bangka Belitung (Babel), H Muhtar Motong menentang keras kebijakan Gubernur Hidayat Arsani yang menutup operasional Jembatan Emas, jembatan ikonik dengan sistem bascule atau jungkat-jungkit yang menghubungi kawasan Air Anyir kabupaten Bangka dan kota Pangkalpinang.

Muhtar bahkan mempertanyakan kajian yang dilakukan Gubernur Hidayat Arsani hingga ingin menutup operasional Jembatan Emas tersebut. Bukan sebaliknya, menutup opersional Jembatan Emas dengan alasan penghematan atau pun mengganggu lalu lintas pelayaran masuk ke Pelabuhan Pangkalbalam.

“Harus ada kajian komprehensifnya, kajian yang keluar dari penelitian. Karena jembatan ini lahir pasti ada kajiannya, jadi kalau mau ditutup operasionalnya maka harus ada pula kajiannya. Kaji dan teliti layaknya enggak itu ditutup,” kata pria yang akrab disapa Haji Tare ini.

Ia sangat meyakini, bahwa lahirnya Jembatan Emas gagasan Gubernur almarhum Eko Maulana Ali mempunnyai dasar yang kuat. Terutama di sektor perekonomian, dari menghidupkan perekonomian baru untuk satu kawasan hingga mempersingkat jarak tempuh masyarakat.

“Jadi bukan sembarangan, atau asal membangun. Ada historisnya,” sebut anggota Komisi I DPRD Babel ini.

Belum lagi spot pariwisata di sepanjang lintas timur, hal ini lah yang dilihat oleh almarhum Eko Maulana Ali. Di samping ikonik untuk sebuah provinsi karena Babel satu-satu provinsi di Indonesia yang mempunya jembatan dengan sistem bascule. Dan teknologi ini masih ada di Inggris karena ada 8 negara yang juga ikut menggunakan teknologi ini. “Jadi peralatan ini masih ada, enggak tutup. Cek aja, pasti ada,” katanya.

Dari sisi efisiensi jarak tempuh, menurut Haji Tare, jembatan ini sangat berdampak baik bagi perekonomian masyarakat karena membuat jarak menjadi dekat. Kemudian mengurai kemacetan di pusat kota Pangkalpinang.

“Udah dibuka (operasional jembatan) jalan (Semabung) masih macet apalagi ditutup, apa enggak crowded itu kemacetan di Pangkalpinang. Ini perlu dipikirkan lagi oleh pak Gubernur, apa sudah sejauh ini pak Gubernur kita berpikir,” katanya.

Ia juga menyesalkan, jika pertimbangan untuk operasional Jembatan Emas lantaran memakan anggaran Rp1,8 milar per tahun untuk perawatannya. Hal ini dihitung setiap jembatan terangkat dan tertutup kembali memakan biaya operasional Rp. 18 juta.

“Kalau memang Pemprov Babel mungkin tidak sanggup membayar operasional Rp1,8 miliar itu, jangan malu deh serahkan aja operasional ke pusat. Jangan malu, kan jalan lintas timur bisa jadi jalan nasional,” ucapnya lagi. (*)

TerabasNews

Recent Posts

Pemilihan RT/RW Kelurahan Taman Bunga Berlangsung Kondusif, Partisipasi Pemilih Hampir 60 Persen

TerabasNews, PANGKALPINANG – Pesta demokrasi warga kembali digelar dalam rangka menjalankan Peraturan Wali Kota Pangkalpinang…

5 hours ago

Hadapi Penilaian Adipura 2026, Pemkab Bangka Selatan Gelar Rakor Strategi KIE Pengelolaan Sampah

TerabasNews, BANGKA SELATAN – Pemerintah Kabupaten Bangka Selatan melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) menggelar rapat…

1 day ago

HUB UMK Babel Perkuat Sinergi dengan BPBD Babel untuk Tingkatkan Kesiapsiagaan Bencana Pelaku UMK

TerabasNews, Pangkalpinang, 6 April 2026 — HUB UMK Bangka Belitung memperkuat sinergi dengan BPBD Provinsi…

1 day ago

Pemuda di Bangka Selatan Diringkus Polisi, Polisi Amankan 7,90 Gram Sabu

TerabasNews, Bangka Selatan - Personil Satuan Reserse Narkoba Polres Bangka Selatan berhasil menangkap seorang pemuda…

1 day ago

<em>Berkas Dinyatakan P21, Polda Babel Limpahkan Dirut dan PJO CV. Tiga Bersaudara Ke Kejari Pangkalpinang</em>

TerabasNews, Ditreskrimsus Polda Kepulauan Bangka Belitung melimpahkan (tahap II) dua tersangka perkara insiden tambang Pondi…

1 day ago

PT TIMAH Perkuat Kreativitas Pemuda, Dorong Ekosistem Kreatif di Wilayah Operasional

TerabasNews, PANGKALPINANG -- PT TIMAH (Persero) Tbk terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung pengembangan kreativitas pemuda…

1 day ago