Categories: DPRD

Anggota DPRD Babel Sikapi Soal Fenomena Kelengkapan Gas LPG 3kg

TerabasNews, Pangkalpinang – Pemerintah harus segera bergegas mencari solusi dan jangan membiarkan kondisi seperti sekarang ini.

Hal itu disampaikan Maryam selaku Anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPRD) Provinsi Bangka Belitung menyikapi soal fenomena kelangkaan gas LPG 3 Kg.

“Kenapa terjadi kelangkaan gas akhir-akhir ini ? Apakah ada kebutuhan masyarakat yang melonjak/meningkat atau pasokan gas yang kurang atau karena ada hal lain seperti bertambah jumlah penduduk, bertambahnya jumlah rumah tangga,” cecarnya kepada awak media, Kamis (6/2/2025).

Dengan itu, Politisi Partai Demokrat tersebut meminta kepada pihak seperti Pertamina dan pihak terkait yang berkompeten untuk menjawab persoalan ini. Terlebih dapat memberikan solusinya.

“Kalau kita lihat, untuk kebutuhan rumah tangga itu sudah pasti. Tapi bagaimana dengan UMKM, warung-warung, nelayan yang mana mereka juga kesehariannya menggunakan gas ini. Jadi kalau selama ini mereka tidak dihitung maka sebenarnya ini adalah problem,” terangnya.

Baginya, hal ini sangat miris kalau melihat fenomena di jaman yang sudah merdeka ini masih ada masyarakat yang susah mendapatkan kebutuhan mereka.

“Padahal untuk mendapatkan gas ini, masyarakat harus membeli loh sekalipun subsidi,” cetusnya.

Anggota DPRD Babel, Komisi IV itu juga mengungkapkan jika hal ini di biarkan berlarut maka akan merusak tatanan perekonomian ditambah lagi dengan kondisi yang mana akan memasuki Ramadhan dan Idul Fitri dan seterusnya.

“Marilah kita duduk bersama, sehingga ada jawaban terlebih ada solusi yang pasti untuk mengurai persoalan kelangkaan gas ini,” tukas Maryam.

Sementara itu, Kepala Bidang (Kabid) Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Bangka Belitung, Erman Budiman menyatakan terakhir kali pihaknya masih memiliki kewenangan dalam melakukan pengawasan dan itu dilakukan di tahun 2018.

“Dari tahun 2018 sampai keatasnya itu memang tidak dilakukan, karena peraturan Kemendagri itu muncul di tahun 2024 dan kami sempat mengajukan anggaran untuk melakukan pengawasan di tahun 2025 tetapi tak terakomodir,” ungkap Erman saat ditemui awak media di kantornya, Kamis, (6/2/2025).

Ditambahkan Erman, menurutnya, terjadi kelangkaan beberapa hari belakangan itu dikarenakan sistemnya yang sempat berubah. Akan tetapi, kemarin sudah langsung dinyatakan oleh Presiden agar pengecer dapat kembali berjualan.

“Barang (LPG 3 Kg) itu kan sebenarnya ada, hanya saja karena sistemnya yang sempat berubah, maka terjadi hal demikian,” ujarnya.

Hingga berita ini dinaikkan, pihak media masih berupaya konfirmasi terhadap pihak Pertamina. (R1)

TerabasNews

Recent Posts

Perkuat Sinergi Pemerintah Pusat dan Daerah Selesaikan Persoalan Tata Ruang, IUP, Aset, dan Agraria, Gubernur Babel Buka Persoalan di DPR RI

TerabasNews, Jakarta – Gubernur Kepulauan Bangka Belitung, Hidayat Arsani, mendorong Komisi II DPR RI bersama…

3 hours ago

BPKP Babel Lakukan Evaluasi Maturitas SPIP Terintegrasi di Pemerintah Kabupaten Bangka Selatan

TerabasNews, TOBOALI — Perwakilan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung melakukan…

6 hours ago

RSUD Kriopanting Bangka Selatan Raih Penghargaan Fasilitas Kesehatan Terbaik Tingkat Cabang BPJS Kesehatan 2026

TerabasNews, Bangka selatan — RSUD Kriopanting yang berlokasi di Kecamatan Payung, Kabupaten Bangka Selatan, berhasil…

6 hours ago

<em>Polda Babel Salurkan 12 Ribu Liter Air Bersih Ke Warga Desa Kemuja Terdampak Kekeringan</em>

TerabasNews, Polda Bangka Belitung kembali menyalurkan sebanyak 12 ribu liter air bersih kepada masyarakat yang…

6 hours ago

Perkuat Tata Kelola Perusahaan, PT TIMAH Raih Dua Penghargaan TOP GRC Awards 2026

TerabasNews, JAKARTA -- PT TIMAH (Persero) Tbk meraih dua penghargaan dalam ajang TOP GRC Awards…

8 hours ago

Enam Tahun Berjuang Melawan Sakit, PT TIMAH Bantu Biaya Pengobatan Jaimin

TerabasNews, PANGKALPINANG – Bertahun-tahun menghadapi penyakit infeksi pada bagian dalam gendang telinga membuat Jaimin (57),…

9 hours ago