TerabasNews, Pangkalan Baru – Salah satu upaya dalam peningkatan kualitas dan derajat kesehatan masyarakat yakni melalui pengawasan terhadap makanan obat dan makanan yang salah satunya perlu didukung oleh pemberdayaan masyarakat untuk mewujudkan konsumen cerdas.
Hal ini disampaikan oleh Bupati Bangka Tengah, Algafry Rahman, dihadapan para peserta Sosialisasi Komunikasi, Informasi dan Edukasi (KIE) Keamanan Obat dan Makanan Kabupaten Bangka Tengah yang terdiri dari PKK, Bhayangkari, Dharma Wanita, Saka Bakti Husada (SBH), Penyuluh Disperindagkop-UKM dan Kader Kesehatan Kabupaten Bangka Tengah.
“Upaya yang dilakukan salah satunya pada hari ini melalui kegiatan pemberdayaan masyarakat melalui komunikasi, informasi dan edukasi bersama dengan Balai Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) Pangkalpinang,” ungkap Algafry membuka kegiatan Sosialisasi KIE di Hotel Soll Marina Bangka, Senin (31/10/2022).
Dilaksanakan selama 2 (dua) hari, Algafry berharap para peserta sosialisasi KIE yang digelar oleh Dinas Kesehatan Bangka Tengah ini dapat aktif serta dapat saling berkoordinasi sehingga ke depan memiliki pengetahuan yang dapat melindungi diri sendiri, keluarga maupun masyarakat di lingkungan sekitar melalui informasi yang diperoleh.
“Melalui sosialisasi KIE ini, kita mempunyai tujuan untuk bisa meningkatkan pengetahuan tentang keamanan obat dan pangan, memperluas penyebaran KIE kepada masyarakat mengenai makanan aman, bermutu dan bermanfaat serta peningkatan peran serta berbagai pihak di Bangka Tengah dalam pengawasan makanan yang beredar,” tuturnya.
Mengingat adanya informasi serta kejadian terkait masalah kesehatan yang terjadi beberapa waktu terakhir ini, Algafry juga berpesan agar selalu waspada dan juga terus mempunyai info terkini terhadap masalah yang terjadi terutama masalah keamanan obat dan makanan serta kesehatan.
Kepala BPOM Pangkalpinang yang juga selaku Narasumber, Sofiyani Chandrawati Anwar menuturkan sosialisasi terkait pengawasan dan ketahanan obat dan makanan ini sangat penting dilakukan baik oleh BPOM maupun pihak terkait lainnya.
Dijelaskan Sofiyani, ada 3 pilar utama dalam melakukan pengawasan tersebut, yakni Pemerintah dalam hal ini BPOM serta Instansi terkait seperti Dinas Kesehatan Bangka Tengah, kedua Pelaku Usaha yang harus punya komitmen untuk menjamin mutu, keamanan serta khasiat produk, serta terakhir masyarakat.
“Masyarakat harus menjadi konsumen yang cerdas untuk memilih obat dan makanan yang digunakan. Dan melalui sosialisasi ini kita harapkan peserta yang hadir bisa menyebarluaskan serta menularkan informasi ini ke masyarakat di lingkungan sekitar,” ucap Sofiyani.* Sumber: Diskominfosta Bangka Tengah
Penulis: Prayogi J
TerabasNews, BANGKA TENGAH - Pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) kuliner Ayam Geprek Terserah,…
TerabasNews, BANGKA TENGAH - Ratusan peserta mancing dari berbagai wilayah memeriahkan lomba mancing Patin Mania…
TerabasNews, PANGKALPINANG – Kelangkaan gas LPG 3 kilogram yang menjadi perhatian masyarakat di Provinsi Kepulauan…
TerabasNews, PANGKALPINANG – Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel),…
TerabasNewa, Pangkalpinang – Wakil Ketua DPRD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Eddy Iskandar, menyoroti berbagai persoalan…
TerabasNews, BANGKA -- Ratusan angler yang merupakan karyawan PT TIMAH Tbk memadati kawasan eks Galangan…