TerabasNews, BANGKA TENGAH – Penjabat Gubernur Kepulauan Bangka Belitung, Ridwal Jamaluddin menyebutkan, sektor pariwisata adalah bisnis perasaan dan masa depan, hal itu terlihat dari antusiasme masyarakat dan kreatifitasnya.
“Dahulu kita mengandalkan bisnis timah, tapi sekarang harus beralih ke hal yang lain, salah satunya bisnis pariwisata, ini bisnis perasaan dan masa depan, kenapa? karena ketika orang datang ketempat wisata perasaannya akan senang dan gembira,” tuturnya, Jum’at (12/8).
Lanjut Ridwan, untuk pariwisata Bangka Tengah khususnya di Desa Perlang, Pemerintah Provinsi akan terus mendorong agar kedepannya mengandalkan dari sektor pariwisata.
“Untuk mencapai itu, promosi wisata harus dilakukan lebih gencar lagi, salah satunya melalui bapak Menteri Sandiaga dan masuk dalam 50 besar Anugerah Desa Wisata Indonesia, namun juga harus dibarengi dengan promosi di daerah, sehingga mengundang perhatian wisatawan lokal Bangka Belitung, karena kekuatan masyarakat adalah kekuatan Nomor Satu yang diandalkan,” terangnya.
Lebih lanjut dikatakan Ridwan, kedepannya upaya yang akan dilakukan untuk mendukung pariwisata ini, Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung akan membangun Sumber daya manusia dan infrastrukturnya.
“Kita harus meningkatkan kapasitas sumber daya manusianya, dan kita juga akan membantu semua kebutuhan dasarnya, sehingga ketika wisatawan datang tidak sekali dan mendapat kesan baik,” pungkasnya (Haryan)
TerabasNews, PANGKALPINANG – Kelangkaan gas LPG 3 kilogram yang menjadi perhatian masyarakat di Provinsi Kepulauan…
TerabasNews, PANGKALPINANG – Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel),…
TerabasNewa, Pangkalpinang – Wakil Ketua DPRD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Eddy Iskandar, menyoroti berbagai persoalan…
TerabasNews, BANGKA -- Ratusan angler yang merupakan karyawan PT TIMAH Tbk memadati kawasan eks Galangan…
TerabasNews, BANGKA SELATAN, – Setelah menyelesaikan masa reses dan melakukan penyampaian serta penyerapan aspirasi masyarakat,…
TerabasNews - Kasus praktik penimbunan Bahan Bakar Minyak (BBM) yang terjadi pada November 2025 lalu…