Kegiatan Relawan Peduli Pendidikan (RPP) Sebagai Bentuk Gerakan Sosial Di Nagari Muaro Pingai Kab. Solok
Oleh : Esa Affiyah Fitri
TerabasNews – Pendidikan adalah sebuah proses pembentukan karakter, mengubah sikap dengan memberikan ilmu budi pekerti yang baik kepada para pelajar, dan juga setiap anak berhak mendapatkannya tidak ada golongan tertentu kaya, miskin berhak mendapatkan pendidikan yang layak. Pendidikan sejak memasuki masa pandemi banyak sekali perubahan sejak adanya penetapan mengenai Social distancing, pembelajaran “daring” sebagai upaya mencegah penyebaran virus covid 19. Sejak itu banyak anak-anak yang kurang mengerti mengenai pembelajaran secara daring karena tidak mendapatkan pengajaran materi secara langsung, sehingga sulit untuk memahami materi maupun tugas yang di berikan.
Kegiatan relawan peduli pendidikan sebagai bentuk gerakan sosial, gerakan sosial merupakan gerakan yang di lakukan oleh sekelompok individu upaya menciptakan adanya perubahan ke arah yang lebih baik. Relawan sendiri merupakan sukarela atau ikhlas bertanggung jawab dan siap untuk meluangkan waktunya untuk kegiatan tersebut, membantu kegiatan tersebut tanpa ada paksaan siapapun dan pastinya tidak mengharapkan imbalan sedikitpun. dan selanjutnya mencangkup peduli dengan pendidikan berarti sukarela membantu bersedia membagikan ilmunya. Relawan peduli pendidikan terbentuk pada saat pandemi ketika anak- anak sekolah mulai melakukan pembelajaran online namun di pastikan berjalan pada bulan oktober 2020. Yang berada di nagari muaro pingai, kec. Junjung sirih, kab. Solok, prov. Sumatra barat. Hadirnya kegiatan RPP di nagari muaro pingai ini di karenakan kekhawatiran remaja terhadap pendidikan di saat pandemi terutama anak-anak sekolah dasar yang kesulitan dalam pelajaran jarak jauh (PJJ) dalam hal seperti, mengerjakan tugas sekolah dan menurunnya semangat belajar para siswa. Upaya pembentukan dengan Mengadakan rapat pembentukan pengurus relawan peduli pendidikan, dan juga mengadakan sosialisasi dengan menyampaikan beberapa program dan manfaat kegiatan kepada perangkat-perangkat nagari dan masyarakat.
Kegiatan tersebut berlangsung selama 3 kali dalam seminggu yaitu jatuh pada hari selasa, jumat, sabtu, yang berlokasi di salah satu tempat madrasah MDA Barangeh. Kegiatan ini terkhusus kepada siswa siswi sekolah dasar (SD) yang ada di nagari muaro pingai. Kegiatan ini tentunya tidak ada pungutan biaya sama sekali karena ini merupakan bentuk kegiatan sukarela, rela membagikan ilmunya, membantu adik-adik dalam mengerjakan tugas sekolah. Para relawan merupakan dari mahasiswa yang kebetulan juga sedang kuliah secara online, dan para remaja, pemuda- pemudi nagari muaro pingai turut bergabung meluangkan waktu, tenaga, dan fikiran. Kegiatan ini di sambut antusias oleh adik-adik sekolah dasar, dan juga mendapatkan dukungan dari masyarakat dan juga para orang tua. Tentunya telah mendapatkan izin dari wali nagari, dan pemuda setempat. Karena kegiatan tersebut berlangsung saat masa pandemi dan juga harus tetap mematuhi protokol kesehatan.
Kembali lagi dengan permasalahan yang dilihat dari situasi saat ini anak-anak terkesan malas sejak sekolah di liburkan akibat pandemi banyak menghabiskan waktu dengan bermain mereka mengganggap bahwa mereka sedang libur pandemi, padahal kenyataannya tidak seperti itu anak-anak justru di berikan tugas sekolah melalui media whatsaap atau aplikasi belajar yang di sediakan pihak sekolah melalui handphone. Namun dari kejadian demikian para orang tua juga kesulitan, sebagain dari mereka ada yang belum memiliki gadget karena faktor ekonomi keluarga. Setelah adanya solusi dari masalah tersebut, anak- anak sekolah dasar pergi ke sekolah untuk mendapatkan tugas sekolah yang harus di kerjakan, secara bergantian pada setiap kelasnya. Dan tugas kembali di antar sesuai dengan waktu yang telah ditentukan. Namun sebagian tugas ada juga yang melalui online seperti membuat video hapalan sholat atau praktek jenis lainnya. Seiring dengan waktu ungkapan melalui salah satu orang tua sejak anak nya di berikan gadget malah menjadi malas belajar, tidak mau mengerjakan tugas karena asik dengan bermain game online. Sehingga nya remaja juga miris melihat hal demikian para relawan sangat tepat dalam menggambil tindakan, fokus relawan peduli pendidikan saat ini meningkatkan kembali minat baca dan belajar anak-anak melalui berbagai metode pembelajaran yang inovatif dan kreatif yang membuat anak-anak tidak bosan dalam belajar, menanamkan nilai-nilai keagamaan, moral, dan etika. Relawan juga memberikan reward kepada anak-anak yang rajin belajar. Membantu anak- anak yang kesulitan dalam mengerjakan tugas sekolahnya. Dengan adanya kegiatan demikian sebagai kepedulian mahasiswa, remaja, pemuda-pemudi terhadap pendidikan di nagari muaro pingai. Ibaratnya sama dengan membantu adik kita sendiri upaya menciptakan generasi yang lebih baik, selamatkan generasi penerus nagari. (**)