Tegas dan Rasional

Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI)

0 63

Oleh: Nabila Jannatul Putri (Mahasiswa Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Bangka Belitung)

TerabasNews – Gerakan sosial sejatinya tidak bisa dipisahkan dari sejarah perkembangan dunia, karena sebuah perubahan atau sebuah usaha untuk menghambat perubahan di dalam masyarakat merupakan bagian dari perkembangan sejarah gerakan sosial masyarakat. Gerakan sosial merupakan salah bentuk perlawanan dari masyarakat sipil kepada otoritas pemegang kekuasaan untuk mencapai kepentingan bersama yang telah disepakati pelaku gerakan. Dewasa ini kajian mengenai gerakan sosial telah berkembang pesat dan telah merambah ke dalam bentuk-bentuk gerakan sosial yang baru. untuk kali ini pergerakan yang diambil yakni “Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia”.

Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) adalah salah satu organisasi mahasiswa ekstra kampus yang terdapat hampir di seluruh Indonesia, terutama kota atau kabupaten yang memiliki perguruan tinggi.

GMNI adalah organisasi yang bersifat independen dan berwatak kerakyatan. Artinya, GMNI tidak berafiliasi pada kekuatan politik manapun, dan berdaulat penuh dengan prinsip percaya pada kekuatan diri sendiri. Independensi GMNI tidak berarti netral, sebab GMNI senantiasa proaktif dalam perjuangannya sesuai dengan asas dan doktrin perjuangan yang dimiliki. Namun demikian, GMNI tidak independen dari kaum marhaen dan kepentingan kaum marhaen.

Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia atau yang biasa Kita sebut GMNI lahir dari hasil proses peleburan 3 (tiga) organisasi kemahasiswaan yang memiliki kesamaan azaz yakni “Marhaenisme” ajaran Bung Karno. Ketiga organisasi tersebut adalah:– Gerakan Mahasiswa Marhaenis (GMM), berpusat di Jogjakarta– Gerakan Mahasiswa Merdeka, berpusat di Surabaya– Gerakan Mahasiswa Demokrat Indonesia (GMDI), berpusat di JakartaSebagai organisasi perjuangan, maka dalam setiap anggota GMNI melekat jiwa, roh dan semangat sebagai pejuang. GMNI mengutamakan perjuangan yang terorganisir, dan sebagai mahasiswa Marhaenis yang progresif dan revolusioner, GMNI berjuang secara non kooperatif dengan memakai metode machtsvorming dan machtsaweding.

Aktor-aktor yg menggerakan yaitu ada Ketua Umum DPC GMNI Bangka, Ahmad Subhan Hafiz. Sekretaris Jenderal DPC GMNI, Muhammad Aldys Bukhori. Bidang Kesarinahan Marsyalia Deska Aprilia, dll. GMNI hadir di Bumi Serumpun Sebalai dengan pembentukan satu cabang dan tujuh komisariat, serta total kader sejak tiga bulan terakhir berjumlah 150 orang yang tersebar diberbagai kampus di Bangka Belitung. Dalam gerakan ini jelas sangat berpengaruh terhadap perkembangan diri kita sebagai mahasiswa dalam berbuat. Dan semestinya menumbuhkan nilai-nilai kebangsaan agar dapat mengabdi pada tanah air dengan jiwa yang pancasilais.

Strategi apa yang digunakan dalam gerakan ini yaitu Organisasi kader dan organisasi perjuangan yang bertujuan mendidik kader bangsa dalam mewujudkan Sosialisme Indonesia berdasarkan Pancasila 1 Juni 1945 UUD 1945.Sebagai organisasi perjuangan maka setiap kader GMNI tidak saja dituntut berjuang dan berpihak pada kepentingan rakyat tetapi sekaligus berjuang bersama-sama rakyat untuk melawan segala macam bentuk penindasan yang diakibatkan oleh sistem kapitalisme, imperialisme, kolonialisme dan feodalisme. (**)

Leave A Reply

Your email address will not be published.