Categories: Politik

PAD Basel Terbelakang, Bupati Diminta Segera Bentuk OPD Pajak dan Retribusi

Berry Febrianto: Tidak Cukup Hanya Bidang Pendapatan Saja

TERABASNEWS, TOBOALI – Untuk mendongrak Pendapatan Asli Daerah (PAD), anggota Komisi II DPRD Kabupaten Bangka Selatan (Basel) Berry Febrianto mendorong terbentuknya Badan Pengelolaan Pajak dan Retribusi Daerah (BPPRD) dan Dinas Perikanan di Kabupaten Bangka Selatan.

Diakui, Berry, pembentukan BPPRD didasari atas pendapatan asli daerah (PAD) yang hanya dikelola oleh Bidang Pendapatan saja, sehingga membatasi kewenangan, ditambah dengan sumber daya manusia yang minim.

“Itu berdampak pada potensi pajak dan retribusi daerah kurang terkelola secara maksimal. Ini terbukti dari realisasi PAD hampir setiap tahun mengalami penurunan, sehingga tidak dapat memberikan kontribusi sepadan terhadap APBD Kabupaten Bangka Selatan yang lebih kurang hanya 8 persen sebagai penyumbang APBD,” kata Berry kepada wartawan Rabu (4/8/2021).

Menurut Sekretaris Komisi II yang membidangi perekonomian, pertanian dan perikanan ini, pada tahun 2020 pendapatan daerah Bangka Selatan hanya terealisasi Rp50.253.720.440 dari target PAD Rp73.547.226.175 atau 68,27 persen. 

Ia menilai target pendapatan yang ditetapkan terlalu kecil, sehingga tidak memberikan motivasi kepada OPD terhadap pengejaran PAD yang lebih besar.

“Jika dibandingkan dengan potensi objek tagih yang ada, kami memaklumi dengan situasi adanya pandemi Covid-19. Tetapi bukan berarti pandemi Covid-19 yang dijadikan alasan atas menurunnya PAD Pemkab Bangka Selatan,” tukasnya. 

Sedangkan untuk di Provinsi Bangka Belitung, Kabupaten Bangka Selatan menurutnya paling terbelakang jumlah PAD-nya. Sedangkan kabupaten lain yang sama-sama pemekaran rata-rata PAD diatas Rp100 miliar yang juga sama-sama diterpa pandemi Covid-19.

Karena itu, untuk estimasi target PAD yang kecil, kata dia akan membuat semangat dan etos kerja bidang terkait menjadi tidak kebut-kebutan dalam mengejar pendapatan. Seperti tahun 2021, Pemkab Basel hanya menarget PAD sebesar Rp39.401.769.788, dan hanya lebih kurang 60 persen dari target PAD tahun 2020.

“Menurut pendapat saya, dengan target ini cukup dengan duduk manis saja akan terealisasi dengan potensi objek pajak dan retribusi daerah yang ada. Ketika pembahasan RAPBD 2021, kita sudah tanyakan kenapa target PAD 2021 menurun hanya lebih kurang 60 persen dari target PAD tahun 2020, lagi-lagi alasan pandemi Covid-19 yang dipersoalkan dan kurang SDM dikarenakan pendapatan hanya dikelola oleh bidang dengan kewenangan terbatas,” sesalnya.

Melihat kondisi ini, Ketua Fraksi Partai Golkar DPRD Basel ini meminta Bupati Bangka Selatan secepat mungkin membentuk Bidang Pendapatan untuk dijadikan OPD tersendiri atau badan yang mengelola khusus pendapatan, terutama pajak dan retribusi daerah, sehingga akan lebih fokus mengejar target pendapatan asli daerah.

“Saya sebagai ketua fraksi meminta agar Bapak Bupati Bangka Selatan secepat mungkin membentuk dinas atau badan agar fokus mengurusi pajak dan retribusi agar ada peningkatan PAD Bangka Selatan kedepannya,” ujar dia.

Sedangkan yang mendasari pembentukan Dinas Perikanan disebutkannya sesuai dengan RPJMD 2021-2026, Pemerintah kabupaten Bangka Selatan memprioritas bidang pertanian dan perikanan untuk mendongkrak perekonomian masyarakat sejahtera.

“Yang tentu pasti dalam mendukung keberhasilan program kerja visi misi Bupati Bangka Selatan harus didukung oleh OPD yang terkait sebagai pelaksana program kegiatan, perikanan salah satu prioritas,” tukasnya.

Oleh karena itu, sebut dia untuk mengelola potensi perikanan yang cukup besar di Bangka Selatan perlu dibentuk dinas perikanan, karena selama pandemi Covid-19 bidang pertanian dan perikanan sebagai penopang terbesar dan hampir tidak berdampak terhadap pengaruh pandemi.

“Harus kita akui secara jujur bahwa bidang pertanian dan perikanan penopang terbesar dan hampir tidak berdampak terhadap pengaruh pandemi Covid-19. Oleh karena itu kami Fraksi Golkar mengharapkan agar Bupati Bangka Selatan benar-benar serius untuk membentuk OPD pajak dan retribusi daerah dan OPD perikanan diharapkan tahun 2021 ini sudah teralisasi,” pungkasnya. (Rilis.MPO-PG)

TerabasNews

Recent Posts

DPRD Babel Fasilitasi Penyelesaian Sengketa Agraria PT GML, Kesepakatan Dicapai dengan Batas Waktu Satu Bulan

TerabasNews, PANGKALPINANG – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung bergerak cepat memfasilitasi…

1 hour ago

Seleksi Program Kelas Beasiswa PT TIMAH Berlanjut, 36 Peserta Jalani Tes Kesehatan di Tiga Wilayah Operasional

TerabasNews, PANGKALPINANG -- Rangkaian seleksi Program Kelas Beasiswa PT TIMAH (Persero) Tbk di SMA Negeri…

5 hours ago

Gubernur Babel Hidayat Arsani Lantik Tiga Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama, Tekankan Profesionalisme dan Pelayanan Publik

TerabasNews, PANGKALPINANG — Gubernur Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel), Hidayat Arsani, melantik tiga Pejabat Pimpinan…

5 hours ago

PT TIMAH Perkuat Tim ERG, Siapkan Patriot Kemanusiaan Hadapi Situasi Darurat

TerabasNews, PANGKALPINANG -- PT TIMAH (Persero) Tbk terus memperkuat kapasitas tim tanggap darurat perusahaan melalui…

7 hours ago

Inflasi Bangka Belitung di Mei 2026 Tetap Terjaga Stabil

TerabasNews - Berdasarkan rilis Badan Pusat Statistik (BPS), Provinsi Kepulauan Bangka Belitung pada Mei 2026…

7 hours ago

Kapolres Bangka Barat Imbau Masyarakat Hindari Pembakaran Lahan Saat Musim Kemarau, Ancaman Sanksi Pidana Ditegaskan

TerabasNews, BANGKA BARAT, 3 Juni 2026 – Kapolres Bangka Barat, AKBP Pradana Aditya Nugraha, mengeluarkan…

7 hours ago