TerabasNews, PANGKALPINANG — Ketua DPRD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Didit Srigusjaya, mendesak Pemerintah Daerah untuk menjaga stabilitas harga Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit. Menurutnya, sektor tersebut kini menjadi salah satu penggerak utama perekonomian masyarakat di wilayah ini.
“Saya meminta sekali lagi kepada Pemerintah Daerah Bangka Belitung, tolong jaga stabilitas harga sawit,” tegas Didit kepada awak media di Pangkalpinang.
Ia menegaskan bahwa keberadaan perkebunan sawit bersama sektor pertambangan dan sektor lainnya menopang perputaran ekonomi masyarakat secara luas. Penurunan harga komoditas tersebut akan berdampak langsung pada kesejahteraan warga.
“Suka tidak suka, saat ini sektor penggerak ekonomi rakyat ialah perkebunan sawit, pertambangan, dan dibantu sektor-sektor lainnya,” ujarnya.
Meski kondisi harga TBS dinilai mulai membaik, Didit mengingatkan agar perbaikan tersebut tidak tergerus oleh tingginya biaya produksi, khususnya kenaikan harga pupuk.
“Alhamdulillah sawit sudah mulai baik, tapi tolong harga pupuk juga jangan ikut meroket. Kasihan juga masyarakat,” katanya.
Ia menjelaskan bahwa tingginya harga pupuk akan memangkas keuntungan petani, sekalipun harga jual TBS sedang menguat. Oleh sebab itu, persoalan keterjangkauan sarana produksi turut menjadi perhatian mendesak.
Didit juga berkomitmen menyuarakan persoalan tersebut kepada Pemerintah Pusat agar kebutuhan dan kepentingan petani di Bangka Belitung turut diperhatikan dalam penetapan kebijakan terkait pupuk.
“Ini merupakan tanggung jawab kita bersama. Mudah-mudahan kita sampaikan juga ini, kita bersuara ke Pusat bahwa masyarakat kami juga di Bangka Belitung memerlukan perhatian,” ujarnya.
Lebih lanjut, ia menekankan bahwa terjaganya harga TBS pada tingkat yang layak akan menjaga daya beli masyarakat serta menggerakkan roda perekonomian secara menyeluruh.
“Jika ekonomi kita berkembang, jika orang-orang yang berjualan itu ada yang beli. Maka kita harus menjaga stabilitas harga sawit,” tuturnya.
Ia berharap Pemerintah Daerah bersama instansi terkait terus memantau perkembangan harga TBS maupun biaya produksi, sehingga keberpihakan terhadap petani dapat diwujudkan dan berdampak nyata bagi penguatan ekonomi masyarakat Bangka Belitung. (**)
TerabasNews, PANGKALPINANG — Universitas Bangka Belitung (UBB) resmi menyambut delapan mahasiswa internasional asal Malawi, Pakistan,…
TerabasNews, BELITUNG — Akses layanan kesehatan yang lebih dekat kembali dirasakan masyarakat Desa Air Rayak,…
TerabasNews, PANGKALPINANG — Ketua DPRD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Didit Srigusjaya, mendesak PT Gunung Sawit…
TerabasNews, BANGKA BARAT -- PT TIMAH (Persero) Tbk mendukung pelaksanaan Liga Mentok Community Sport (MCS)…
TerabasNews, PANGKALPINANG — Pemerintah Kota Pangkalpinang mengungkapkan baru delapan dari 14 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih…
TerabasNews, BANGKA -- Musim kemarau yang berlangsung cukup panjang membuat sebagian masyarakat di Kecamatan Sungailiat,…