TerabasNews, PANGKALPINANG — Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Pangkalpinang, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, membekali 20 peserta program SMK Go Global sebagai calon pekerja migran yang dipersiapkan untuk ditempatkan bekerja di luar negeri.
Kepala Disnaker Kota Pangkalpinang Amrah Sakti menjelaskan, 20 peserta tersebut merupakan hasil seleksi berjenjang dari 51 orang yang mendaftar mengikuti program ini. Dari jumlah pendaftar, sebanyak 26 orang dinyatakan lulus seleksi administrasi, dan setelah melalui tahap seleksi akhir yang dilaksanakan Balai Pelatihan Tenaga Kerja (BPTK), akhirnya terpilih 20 peserta.
“Dari 51 orang yang mengikuti seleksi, sebanyak 26 orang lulus seleksi administrasi. Kemudian setelah mengikuti seleksi akhir yang dilaksanakan BPTK, terpilih 20 orang,” ujar Amrah.
Program ini berupa rangkaian pembekalan dan pelatihan yang diikuti peserta sebelum ditempatkan bekerja di luar negeri. Negara tujuan penempatan akan disesuaikan dengan minat serta kompetensi yang diperoleh peserta selama pelatihan. Saat ini, Arab Saudi menjadi salah satu negara yang berpotensi menjadi tujuan penempatan, namun pihaknya tidak menutup kemungkinan penempatan di negara lain sejalan dengan kualifikasi yang dimiliki peserta.
“Skemanya sekarang berdasarkan minat. Namun, setelah kami usulkan berdasarkan bakat anak-anak, potensi negara tujuan saat ini memang ada di Arab Saudi. Tidak menutup kemungkinan beberapa negara lain juga, asalkan sesuai dengan kompetensi yang mereka dapatkan,” jelas Amrah.
Pelatihan berlangsung selama kurang lebih tiga bulan dan diperkirakan selesai pada Desember 2026. Setelah menyelesaikan tahap pelatihan, para peserta akan mengikuti uji kompetensi sebagai syarat sebelum proses penempatan berlangsung.
“Kalau uji kompetensinya bisa cepat kami selesaikan, mungkin pada pertengahan semester pertama tahun depan akan kami upayakan penempatannya secepatnya,” tambahnya.
Materi pelatihan dalam program SMK Go Global secara khusus mencakup keahlian kejuruan bidang barista serta penguasaan Bahasa Inggris. Kemampuan berbahasa Inggris menjadi kompetensi utama yang disyaratkan oleh sejumlah negara tujuan penempatan tenaga kerja.
Program ini diharapkan mampu meningkatkan kesiapan profesionalitas dan kompetensi tenaga kerja asal Kota Pangkalpinang agar dapat bersaing serta memenuhi seluruh persyaratan penempatan sebagai pekerja migran di luar negeri.
TerabasNews, BELITUNG – Polres Belitung bergerak cepat membantu penanganan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang…
TerabasNews, PANGKALPINANG — Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di SD Negeri 28 Pangkalpinang diharapkan tidak…
TerabasNews, BELITUNG TIMUR — Masyarakat, khususnya para penambang di Kabupaten Belitung Timur, diajak bersama-sama menjaga…
TerabasNews, Seorang pemuda berinisial LAR (20) berhasil menangkap oleh Tim Unit Reaksi Cepat (URC) Polres…
TerabasNews, BANGKA SELATAN - Kasus dugaan kekerasan seksual terhadap anak dibawah umur kembali terjadi di…
TerabasNews, PANGKALPINANG — Gubernur Kepulauan Bangka Belitung (Babel), Hidayat Arsani, bersama Wali Kota dan Wakil…