Categories: Pendidikan

UBB Gelar Seminar Nasional Logam Tanah Jarang: Dorong Penguasaan Teknologi dan Hilirisasi Bernilai Tambah di Bangka Belitung

TerabasNews, PANGKALPINANG – Universitas Bangka Belitung (UBB) menyelenggarakan Seminar Nasional dengan tema “Logam Tanah Jarang dan Mineral Strategis Lainnya: Potensi, Regulasi, Ekstraksi, dan Teknologi Hilirisasi Menuju Industri Mineral Bernilai Tambah dan Berkelanjutan” di Balai Utama De Universitaria UBB, Kamis (23/7/2026). Kegiatan ini mempertemukan pemangku kepentingan lintas unsur, meliputi akademisi, instansi pemerintah, pelaku usaha, serta anggota legislatif, untuk mendiskusikan prospek dan pengelolaan Logam Tanah Jarang (LTJ) sebagai sektor strategis bagi masa depan industri nasional.

Rektor UBB, Ibrahim, menegaskan bahwa forum ini menjadi wadah diskusi strategis guna menyatukan persepsi serta memperkuat sinergi dalam mengoptimalkan pengelolaan potensi LTJ, khususnya yang ada di wilayah Bangka Belitung. Menurutnya, pengembangan sumber daya mineral tidak dapat dilaksanakan secara terpisah-pisah, melainkan memerlukan dukungan dan partisipasi dari seluruh pihak. Sebagai institusi pendidikan tinggi, UBB memikul tanggung jawab memberikan kontribusi nyata melalui hasil-hasil penelitian dan kajian ilmiah agar kekayaan alam daerah mampu memberikan manfaat langsung dan nilai tambah bagi masyarakat luas.

“Perguruan tinggi akan mengambil peran semaksimal mungkin agar pengelolaan sumber daya mineral dapat memberikan nilai tambah bagi daerah dan masyarakat,” ujar Ibrahim.

Sementara itu, Anggota Komisi XII DPR RI, Bambang Patijaya, memberikan apresiasi tinggi terhadap penyelenggaraan seminar yang dinilai berkualitas dan mampu mengumpulkan berbagai elemen terkait dalam satu rangkaian diskusi. Ia menekankan bahwa kehadiran beragam pemangku kepentingan tersebut menjadi modal berharga untuk merumuskan tata kelola LTJ yang lebih efektif ke depannya. Bambang berharap, keluaran dari seminar ini dapat menjadi masukan berharga bagi DPR RI, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), maupun pelaku industri dalam menyusun kerangka kebijakan pengembangan LTJ secara nasional.

“Kami memberikan apresiasi kepada UBB yang melaksanakan seminar berkualitas dan berkontribusi dalam memikirkan penyempurnaan tata kelola serta ekosistem logam tanah jarang. Mudah-mudahan terdapat masukan konstruktif dari UBB bagi kami di DPR maupun Kementerian ESDM guna memperbaiki dan menyusun tata kelola yang baik serta mendorong perekonomian nasional,” ungkap Bambang.

Lebih lanjut, politisi ini memaparkan bahwa tantangan utama dalam pengembangan LTJ di Indonesia saat ini bukan hanya terletak pada aspek regulasi, melainkan penguasaan teknologi pemrosesan lanjut. Selama ini, Indonesia baru berada pada tahap awal dengan memperoleh mineral ikutan hasil penambangan timah seperti monasit, xenotim, dan ilmenit, namun belum memiliki kemampuan memadai untuk memprosesnya hingga menjadi unsur LTJ yang bernilai tinggi.

“Kita baru berhenti pada tahap ekstraktif, mendapatkan bahan mentahnya, namun belum memiliki kemampuan pemrosesan lebih lanjut. Teknologi pengolahan maju saat ini dikuasai oleh pihak luar, dan belum terkonfirmasi adanya alih teknologi. Kami tidak ingin hanya menjadi pemasok bahan baku, melainkan ingin menguasai teknologi, mengelola, dan memproduksi sendiri di dalam negeri,” tegas Bambang.

Terkait potensi di wilayah Bangka Belitung, Bambang menyebutkan berdasarkan pemetaan nasional cadangan LTJ tergolong menjanjikan, mengingat keberadaannya sebagai mineral ikutan penambangan timah. Namun demikian, ia mengingatkan pentingnya kajian yang lebih mendalam dan terperinci untuk memastikan tingkat kelayakan ekonomi dari setiap temuan cadangan, serta tidak melipatgandakan potensi tanpa didukung data ilmiah yang akurat.

“Barangnya memang banyak tersebar di sejumlah lokasi di Bangka Belitung, namun kita tidak boleh terburu-buru mengglorifikasi angka tanpa bukti valid. Hal terpenting adalah memastikan keakuratan data dan nilai ekonomisnya,” tambahnya.

Melalui terselenggaranya kegiatan ini, UBB menargetkan lahirnya rekomendasi-rekomendasi strategis yang dapat memperkuat kerangka regulasi, mendorong percepatan penguasaan teknologi, serta mempercepat hilirisasi produk LTJ. Langkah ini diharapkan mampu meningkatkan nilai tambah industri mineral nasional sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah yang berkelanjutan dan berkeadilan.

TerabasNews

Recent Posts

Menemani Tumbuh Kembang Anak di Lingkar Tambang, PT TIMAH Hadirkan Dukungan dari Pendidikan hingga Kesehatan

TerabasNews, PANGKALPINANG -- Setiap anak memiliki proses tumbuh kembangnya masing-masing. Ada yang belajar mengenal dunia…

3 hours ago

Jasa Raharja Ajak Generasi Muda Jadi Pelopor Keselamatan di Hari Anak Nasional

TerabasNews, Jakarta – Peringatan Hari Anak Nasional ke-42 menjadi momentum bagi PT Jasa Raharja (Persero)…

3 hours ago

Rakornas Samsat 2026, Jasa Raharja Dorong Integrasi Data untuk Tingkatkan Kepatuhan Wajib Pajak Kendaraan Bermotor

TerabasNews, Bandar Lampung, 14 Juli 2026 – PT Jasa Raharja (Persero) menegaskan komitmennya dalam mendukung…

3 hours ago

Perkuat Kolaborasi, Jasa Raharja dan PMI Bangun Ekosistem Penanganan Darurat Kecelakaan Nasional

TerabasNews, Jakarta - PT Jasa Raharja dan Palang Merah Indonesia (PMI) tengah menjajaki sinergi dalam…

3 hours ago

Digitalisasi Pelayanan Jadi Kunci Jasa Raharja Hadir Lebih Cepat bagi Korban Kecelakaan

TerabasNews, Jakarta – PT Jasa Raharja terus memperkuat komitmen dalam memberikan perlindungan dasar kepada masyarakat…

3 hours ago

<em>Polda Babel dan Polresta Gelar Razia Penertiban Narkoba Dilokasi Tambang, 29 Pekerja Diamankan</em>

TerabasNews, Tim gabungan Polda Bangka Belitung dan Polresta Pangkalpinang menggelar operasi penertiban penyalahgunaan narkoba, Kamis…

4 hours ago