TerabasNews, TOBOALI — Pemerintah Kabupaten Bangka Selatan melalui Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DKPPKB) menggelar kegiatan Penggerakan Bumil Sehat Tahun 2026 di Halaman Kantor Kelurahan Teladan, Kecamatan Toboali, pada Senin (6/7/2026). Kegiatan ini menjadi langkah strategis memperkuat perlindungan kesehatan ibu sekaligus mencegah stunting sejak masa kehamilan.
Kegiatan yang dimulai pukul 08.30 WIB tersebut dibuka oleh Kepala DKPPKB Bangka Selatan, dr. Agus Pranawa, dan diikuti sebanyak 170 peserta, meliputi unsur organisasi, tenaga kesehatan, perangkat daerah, kader pembinaan kesehatan, serta ibu hamil di wilayah setempat.
Dalam sambutannya, dr. Agus menegaskan bahwa pencegahan stunting tidak boleh dimulai setelah anak lahir, melainkan harus diintervensi sejak masa kehamilan melalui pemenuhan gizi dan pemeriksaan kesehatan sesuai standar. Pelayanan antenatal care (ANC) menjadi fokus utama, mengacu pada Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 21 Tahun 2021 yang mengatur pelayanan kesehatan terpadu mulai masa pra-kehamilan, kehamilan, persalinan, hingga pascamelahirkan.
“Penggerakan Bumil Sehat merupakan salah satu upaya promotif dan preventif untuk mewujudkan ibu hamil yang sehat, berpengetahuan, serta mendapatkan pelayanan kesehatan selama masa kehamilan sebagai langkah pencegahan stunting sejak sebelum bayi lahir,” ujar dr. Agus.
Ibu hamil diimbau mengikuti kelas ibu hamil sekurang-kurangnya empat kali, dengan salah satu sesi melibatkan suami agar keluarga memahami tanda-tanda bahaya kehamilan yang memerlukan penanganan segera. Pemeriksaan kehamilan kini dianjurkan minimal enam kali, di mana dua di antaranya menggunakan pemeriksaan USG, sesuai ketentuan yang berlaku sejak 2021 dan rekomendasi WHO guna mendeteksi dini potensi masalah kehamilan.
Untuk menunjang pelayanan, DKPPKB Bangka Selatan terus membenahi sarana kesehatan di tingkat puskesmas. Dari 10 unit USG yang dibutuhkan untuk 10 puskesmas, saat ini satu unit masih mengalami kerusakan. Penguatan juga dilakukan melalui posyandu dengan pengembangan layanan antropometri guna memantau pertumbuhan dan perkembangan anak secara berkala.
Kegiatan ini dilatarbelakangi data Semester I 2026 yang menunjukkan peningkatan angka kematian ibu dan bayi di Bangka Selatan, masing-masing menjadi lima kasus kematian ibu dan 13 kasus kematian bayi, dibandingkan tahun 2025 yang tercatat dua kasus kematian ibu dan delapan kasus kematian bayi.
“Data tersebut menjadi perhatian serius bagi kita semua. Oleh karena itu, Penggerakan Bumil Sehat Tahun 2026 dilaksanakan sebagai upaya nyata untuk menurunkan angka kematian ibu, angka kematian bayi, sekaligus menekan prevalensi stunting di Kabupaten Bangka Selatan,” tegas dr. Agus.
Kegiatan ini merupakan rangkaian pembuka agenda kesehatan DKPPKB Bangka Selatan selama tiga hari berturut-turut. Selanjutnya pada Selasa (7/7/2026) dilaksanakan Penggerakan Cegah Stunting, dan Rabu (8/7/2026) diikuti Penggerakan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat.
TerabasNews, BELITUNG TIMUR — Masyarakat, khususnya para penambang di Kabupaten Belitung Timur, diajak bersama-sama menjaga…
TerabasNews, Seorang pemuda berinisial LAR (20) berhasil menangkap oleh Tim Unit Reaksi Cepat (URC) Polres…
TerabasNews, BANGKA SELATAN - Kasus dugaan kekerasan seksual terhadap anak dibawah umur kembali terjadi di…
TerabasNews, PANGKALPINANG — Gubernur Kepulauan Bangka Belitung (Babel), Hidayat Arsani, bersama Wali Kota dan Wakil…
TerabasNews, BANGKA TENGAH - Kejaksaan Negeri Bangka Tengah mendapat kejutan dari jajaran Polres Bangka Tengah…
TerabasNews, BANGKA TENGAH - Suasana hangat mewarnai peringatan Hari Lahir Kejaksaan ke-81 di Kabupaten Bangka…