Categories: Daerah

Fenomena Cuaca Ekstrem di Indonesia: Ancaman yang Semakin Nyata dan Urgensi Adaptasi

Nama : qiran khaila putri azzahro (Mahasiswi Jurusan Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Bangka Belitung)

Nim : 5122511054

Dosen pengampu : Ririn septia ,S.ST., M.Ikom.

Pendahuluan

Di tengah kemajuan teknologi dan pembangunan ekonomi, Indonesia sebagai negara kepulauan terbesar di dunia semakin sering dihadapkan pada fenomena cuaca ekstrem yang mengancam kehidupan masyarakat. Pada awal 2026, kita menyaksikan serangkaian peristiwa seperti hujan lebat hingga ekstrem di berbagai wilayah, banjir rob di pesisir, dan anomali pola musim hujan yang tidak biasa.

Fenomena ini bukan hanya kejadian alam semata, melainkan sinyal kuat dari perubahan iklim global yang memerlukan respons kolektif. Sebagai opini, saya berpendapat bahwa pemerintah dan masyarakat harus segera beralih dari pendekatan reaktif ke strategi adaptasi jangka panjang untuk mitigasi risiko, karena ketidaksiapan bisa memperburuk dampak sosial-ekonomi.

Isi Utama

Fenomena cuaca ekstrem di Indonesia belakangan ini menunjukkan pola yang semakin intens. Menurut Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), pada periode 23–26 Februari 2026, hujan dengan intensitas ekstrem tercatat di Bali mencapai 216,9 mm/hari, sementara hujan sangat lebat di Sulawesi Selatan mencapai 146,5 mm/hari (BMKG, 2026). Hal ini memicu banjir dan longsor di berbagai daerah, mengganggu aktivitas ekonomi dan mengancam keselamatan jiwa.

Lebih lanjut, BMKG memprediksi peningkatan hujan sedang hingga lebat di wilayah seperti Aceh, Jambi, hingga Papua sampai awal Maret 2026, yang menuntut kewaspadaan tinggi.

Tidak hanya hujan, banjir rob atau banjir pesisir juga menjadi ancaman yang dipicu oleh fase perigee Bulan dan Bulan Purnama pada 3 Maret 2026. Fenomena ini berpotensi meningkatkan ketinggian pasang air laut secara signifikan, memengaruhi wilayah pesisir hingga 13 Maret 2026 (BMKG, 2026).

Di kota-kota besar seperti Jakarta, banjir rob bukan lagi kejadian langka, melainkan rutinitas yang memperburuk masalah urbanisasi dan drainase buruk. Opini saya, ini adalah bukti bahwa perubahan iklim mempercepat kerentanan Indonesia sebagai negara maritim, di mana 60% penduduk tinggal di wilayah pesisir.

Anomali musim hujan awal 2026 juga patut dicermati. Dosen Meteorologi IPB University, Sonni Setiawan, menjelaskan bahwa pola unik ini dipengaruhi oleh monsun Asia dan Cross Equatorial North Surge (CENS), yang membawa massa udara dingin dari Cina selatan melintasi ekuator, meningkatkan pembentukan awan dan curah hujan (Setiawan, 2026).

Fenomena ini tidak hanya menyebabkan suhu udara lebih dingin, tetapi juga memperburuk banjir di Pulau Jawa. Dari perspektif opini, anomali ini menunjukkan kegagalan kita dalam memprediksi dan beradaptasi dengan variabilitas iklim, di mana faktor manusia seperti deforestasi dan emisi karbon turut memperburuk situasi.

Selain itu, BMKG telah mengimbau kewaspadaan terhadap peningkatan curah hujan hingga akhir Januari 2026, mencakup wilayah seperti Bengkulu, Lampung, dan Jawa Barat (BMKG, 2026). Dampaknya terlihat pada kerugian ekonomi mencapai miliaran rupiah, hilangnya mata pencaharian petani, dan peningkatan risiko penyakit seperti demam berdarah.

Saya beropini bahwa tanpa investasi besar dalam infrastruktur hijau, seperti bendungan dan hutan kota, Indonesia akan terus terjebak dalam siklus bencana tahunan.

Kesimpulan

Fenomena cuaca ekstrem di Indonesia pada 2026 adalah panggilan untuk aksi segera. Pemerintah harus memprioritaskan edukasi masyarakat, penguatan sistem peringatan dini, dan kolaborasi internasional untuk mitigasi perubahan iklim.

Sebagai warga, kita juga bertanggung jawab dengan mengadopsi gaya hidup ramah lingkungan. Jika tidak, fenomena ini akan menjadi norma baru yang mengancam masa depan bangsa. Mari kita jadikan ini momentum untuk membangun ketahanan nasional.

Daftar Pustaka

BMKG. (2026). Prospek Cuaca Mingguan Periode 27 Februari–05 Maret 2026: Pasca Hujan Ekstrem di Bali, Kewaspadaan Cuaca Signifikan Meluas ke Sejumlah Wilayah di Indonesia. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika. Diakses dari https://www.bmkg.go.id/cuaca/prospek-cuaca-mingguan/prospek-cuaca-mingguan-periode-27-februari-05-maret-2026-pasca-hujan-ekstrem-di-bali-kewaspadaan-cuaca-signifikan-meluas-ke-sejumlah-wilayah-di-indonesia

BMKG. (2026). Waspada Banjir Rob di Pesisir Indonesia hingga 13 Maret 2026. Sindonews. Diakses dari https://daerah.sindonews.com/read/1682011/174/waspada-banjir-rob-di-pesisir-indonesia-hingga-13-maret-2026-1772319834

BMKG. (2026). BMKG Imbau Waspada Peningkatan Curah Hujan hingga Akhir Januari 2026. Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi. Diakses dari https://www.menpan.go.id/site/berita-terkini/berita-daerah/bmkg-imbau-waspada-peningkatan-curah-hujan-hingga-akhir-januari-2026

Setiawan, S. (2026). Faktor Ini yang Picu Anomali Puncak Musim Hujan Awal 2026. Tempo.co. Diakses dari https://www.tempo.co/sains/faktor-ini-yang-picu-anomali-puncak-musim-hujan-awal-2026-2111114

TerabasNews

Recent Posts

Loba Lari Pakai Seragam Dinas, Cara Unik Polres Bangka Tengah Latih Kesiapan Personel

TerabasNews, BANGKA TENGAH - Dalam rangkamemperingati Hari Ulang Tahun Bhayangkara ke-80, Polres Bangka Tengah menggelar…

21 hours ago

Dukung Program TAMASYA di Bangka Barat, PT TIMAH Perkuat Pendidikan Anak Usia Dini Melalui Bantuan Gizi dan Sarana Belajar

TerabasNews, Bangka Barat -- Dukungan terhadap pendidikan dan tumbuh kembang anak usia dini terus dilakukan…

21 hours ago

Tak Perlu Lagi Pinjam Tenda Saat Pemakaman, Ketua Masjid Nurul Jami’ Desa Perayun Apresiasi Bantuan PT TIMAH

TerabasNews, Karimun -- Ketersediaan sarana pendukung kegiatan keagamaan dan sosial masyarakat menjadi kebutuhan penting dalam…

21 hours ago

Dukung Pengabdian BEM Mahasiswa Universitas Bangka Belitung, PT TIMAH Bersinergi dalam Bina Desa di Bangka Selatan

TerabasNews, Bangka Selatan -- Upaya pemberdayaan generasi muda terus didorong melalui kolaborasi antara dunia pendidikan…

21 hours ago

DPRD Babel Ketuk Palu Perda IPR, Rakyat Diberi Ruang Kelola Tambang Secara Legal

TerabasNews, PANGKALPINANG – DPRD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung resmi menyetujui Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang…

22 hours ago

Diduga Edarkan Sabu, Petani di Bangka Selatan<br>Ditangkap Polisi, Barang Bukti 2,47 Gram Diamankan

TerabasNews, BANGKA SELATAN - Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba)Polres Bangka Selatan dan Res Intel Polsek Simpang…

22 hours ago