Categories: Ekonomi

Perkuat Semangat GNPIP: BI Babel Panen Bersama Hidroganik Padi – Lele di KWT Sinar Bulan Pangkalpinang

TerabasNews – Bank Indonesia Provinsi Kepulauan Bangka Belitung terus memperkuat sinergi dan inovasi dalam menjaga stabilitas harga serta ketahanan pangan melalui Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (GNPIP), sebagai bagian dari upaya pengendalian inflasi di tingkat daerah.

Salah satu inovasi adalah penerapan sistem hidroganik, yaitu integrasi antara budidaya padi dan ikan lele dalam satu ekosistem terpadu. Melalui metode ini, air hasil budidaya ikan lele dimanfaatkan sebagai sumber nutrisi alami bagi tanaman padi sehingga menciptakan sistem yang lebih efisien dalam penggunaan air, mengurangi ketergantungan terhadap pupuk kimia, dan ramah lingkungan.

Oleh karenanya, Bank Indonesia Bangka Belitung bersama Kelompok Wanita Tani (KWT) Sinar Bulan bersinergi dalam mengembangkan sistem hidroganik sebagai bentuk dukungan terhadap ketahanan pangan. Inovasi telah diakukan sejak penanaman padi perdana pada Februari 2025 hingga penanaman kedua pada Juli 2025.

Bertepatan dengan hari sumpah pemuda, 28 Oktober 2025, telah dilakukan panen bersama yang dihadiri oleh Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Kota Pangkalpinang, perwakilan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Bangka Belitung & Kota Pangkalpinang; Camat Bukit Intan, Lurah Sinar Bulan, serta Ketua dan Wakil Ketua PIPEBI Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Kegiatan Panen Bersama Hidroganik ini juga merupakan wujud nyata GNPIP.

Mewakili Wali Kota Pangkalpinang, Drs. Juhaini, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Kota Pangkalpinang, menyampaikan apresiasi atas inisiatif Bank Indonesia dalam mendorong inovasi dan kemandirian masyarakat melalui program pertanian terpadu. Ia menekankan bahwa langkah-langkah kreatif seperti pengembangan sistem hidroganik dapat dimulai dari lingkungan keluarga, sebagai upaya nyata memperkuat ketahanan pangan dari tingkat rumah tangga hingga berkontribusi pada ketahanan pangan daerah secara keseluruhan.

Hal serupa juga ditekankan oleh Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Rommy S. Tamawiwy, yang menyampaikan bahwa upaya menjaga inflasi perlu dilakukan secara kolaboratif dari berbagai lapisan masyarakat. Rommy menambahkan bahwa tingkat inflasi pada bulan September 2025 berada dalam target nasional 2,5+-1% yaitu di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung sebesar 1,82% (yoy) dan Kota Pangkalpinang sebesar 1,75% (yoy). Bank Indonesia terus mendorong penguatan ketahanan pangan melalui GNPIP dan pemberdayaan kelompok tani serta kelompok wanita tani. 

Lebih lanjut, Rommy menyampaikan, apa yang telah dilakukan oleh KWT Sinar Bulan melalui inovasi sistem hidroganik menjadi contoh nyata sekaligus semangat bagi KWT lain untuk turut berkontribusi dalam menjaga stabilitas harga serta meningkatkan kemandirian pangan.

Dalam rangkaian kegiatan panen tersebut, terdapat 3 kegiatan panen yang dilakukan, yaitu panen perdana padi hidroganik dilanjutkan dengan proses threshing (perontokan bulir padi), panen budidaya ikan air tawar lele dengan total hasil panen hingga 250 kg, dan panen sayuran hortikultura.

Selain itu, KWT Sinar Bulan telah memiliki berbagai produk hilirisasi antara lain keripik bayam, keripik ubi, dan pempek ikan. Sebagai bentuk peningkatan digitalisasi serta inklusi keuangan, KWT Sinar Bulan juga menyediakan pembayaran menggunakan metode QRIS.

Penerapan sistem hidroganik ini juga sejalan dengan prinsip Good Agricultural Practice (GAP) yang menekankan pentingnya praktik pertanian yang efisien, bermutu baik, dan ramah lingkungan. Melalui pendekatan GAP, petani didorong untuk mengelola sumber daya alam secara berkelanjutan, menjaga kualitas dan keamanan hasil pangan, serta meningkatkan produktivitas.

Inovasi ini menjadi bagian dari implementasi GNPIP di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, yang mengedepankan kolaborasi antara pemerintah daerah, Bank Indonesia, dan masyarakat dalam menjaga ketersediaan serta keterjangkauan harga pangan. Dengan penerapan GAP dan GNPIP secara terpadu, diharapkan model pertanian hidroganik yang dikembangkan oleh KWT Sinar Bulan dapat direplikasi oleh kelompok tani lainnya sebagai langkah konkret memperkuat ketahanan pangan dan menjaga stabilitas harga di tingkat daerah. (*”) 

TerabasNews

Recent Posts

Menemani Tumbuh Kembang Anak di Lingkar Tambang, PT TIMAH Hadirkan Dukungan dari Pendidikan hingga Kesehatan

TerabasNews, PANGKALPINANG -- Setiap anak memiliki proses tumbuh kembangnya masing-masing. Ada yang belajar mengenal dunia…

1 hour ago

Jasa Raharja Ajak Generasi Muda Jadi Pelopor Keselamatan di Hari Anak Nasional

TerabasNews, Jakarta – Peringatan Hari Anak Nasional ke-42 menjadi momentum bagi PT Jasa Raharja (Persero)…

1 hour ago

Rakornas Samsat 2026, Jasa Raharja Dorong Integrasi Data untuk Tingkatkan Kepatuhan Wajib Pajak Kendaraan Bermotor

TerabasNews, Bandar Lampung, 14 Juli 2026 – PT Jasa Raharja (Persero) menegaskan komitmennya dalam mendukung…

1 hour ago

Perkuat Kolaborasi, Jasa Raharja dan PMI Bangun Ekosistem Penanganan Darurat Kecelakaan Nasional

TerabasNews, Jakarta - PT Jasa Raharja dan Palang Merah Indonesia (PMI) tengah menjajaki sinergi dalam…

1 hour ago

Digitalisasi Pelayanan Jadi Kunci Jasa Raharja Hadir Lebih Cepat bagi Korban Kecelakaan

TerabasNews, Jakarta – PT Jasa Raharja terus memperkuat komitmen dalam memberikan perlindungan dasar kepada masyarakat…

1 hour ago

<em>Polda Babel dan Polresta Gelar Razia Penertiban Narkoba Dilokasi Tambang, 29 Pekerja Diamankan</em>

TerabasNews, Tim gabungan Polda Bangka Belitung dan Polresta Pangkalpinang menggelar operasi penertiban penyalahgunaan narkoba, Kamis…

2 hours ago