Categories: Politik

Strategi Jitu Erzaldi Rosman Djohan Ciptakan Finansial Freedom melalui Perspektif Cash flow Quadrant untuk Bangka Belitung

TerabasNews, PANGKALPINANG – Cita-cita bersama dalam mewujudkan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) untuk dapat memiliki pendapatan aktif dan pendapatan pasif guna keberlangsungan masyarakat yang lebih mapan dan mandiri di masa depan, hingga saat ini terus digaungkan oleh Erzaldi Rosman Djohan.

Ditemui di Rosman Djohan Institut pada Sabtu (17/08), Erzaldi menerangkan, bahwa cita-cita tersebut bukanlah suatu hal yang mustahil untuk terjadi. Apalagi secara ekonomi makro, Babel berpotensi memiliki financial freedom melalui potensi sumber daya yang dimilikinya.

Sebagaimana diketahui, Babel memang terkenal akan sumber daya yang melimpah, mulai dari hasil laut, pertanian, perkebunan, sektor wisata, sektor pariwisata, sektor kepariwisataan serta sumber daya alam yang tidak dimiliki oleh daerah lain.

Maka dari itu, akan sangat sayang sekali apabila sumber daya tersebut tidak dapat dikelola dan dimanfaatkan dengan baik, khususnya dalam mensejahterakan hidup masyarakat Babel.

“Hal yang perlu dilakukan yaitu dengan melakukan sinergitas antara pendapatan aktif dan pendapatan pasif. Artinya pendapatan yang berasal dari employee, self employee dan pendapatan yang berasal dari business, Investment. Di ibaratkan seperti kursi yang memiliki empat kaki yang tegak dan kokoh,” terang Mantan Gubernur Babel periode 2017-2022 ini.

“Daerah kita begitu potensial, hanya perlu mengokohkan hal tersebut sehingga bisa menjadi pendapatan aktif serta pendapatan pasif dan kita hanya perlu memulai untuk mewujudkannya, tentu harus dimulai dari skala mikro,” sambung Calon Gubernur incumbent terkuat saat ini.

Kedepannya juga, lanjut Erzaldi, Bangka Belitung harus memiliki asset berbentuk saham aktif dikancah Internasional dengan metode Cash flow Quadran tadi, sehingga bisa jadi Babel menjadi Pelopor kemandirian ekonomi di Indonesia yang memberikan kontribusi nilai tambah untuk negara, bukan sebaliknya.
Sedikit demi sedikit kita upayakan untuk melepaskan diri dari ketergantungan Tambang dan support dari pemerintah pusat,”tambahnya.

Selain variabel yang pertama, kita juga memiliki variabel kedua dalam bentuk MasterPlan, tapi yang ini akan kita kupas lagi diwaktu yang lain,” pungkas Erzaldi.

TerabasNews

Recent Posts

Tingkatkan PAD dan Transparansi, Pemkot Pangkalpinang Uji Coba Sistem Parkir Online PKPsmart

TerabasNews, PANGKALPINANG – Pemerintah Kota Pangkalpinang terus mematangkan persiapan penerapan sistem pembayaran parkir berbasis aplikasi…

1 hour ago

Dukung Anak Berkebutuhan Khusus Tumbuh Bermakna, PT TIMAH Gelar Seminar bagi Guru dan Orang Tua di Kabupaten Bangka

TerabasNews, BANGKA -- Dukungan terhadap pendidikan dan pengembangan potensi anak berkebutuhan khusus (ABK) terus dilakukan…

2 hours ago

PT TIMAH Perkuat Reklamasi Lahan Bekas Tambang untuk Jaga Kelestarian Lingkungan

TerabasNews, PANGKALPINANG — PT TIMAH (Persero) Tbk terus memperkuat pengelolaan lingkungan melalui pelaksanaan reklamasi lahan…

2 hours ago

Dari Masjid hingga Fasilitas Sosial, PT TIMAH Hadirkan Dukungan untuk Kenyamanan dan Kebersamaan Warga

TerabasNews, PANGKALPINANG -- Kehadiran rumah ibadah di tengah masyarakat tidak hanya menjadi tempat menjalankan aktivitas…

2 hours ago

Musyawarah KORPRI Bangka Selatan 2026, Hefi Nuranda Terpilih Secara Aklamasi Pimpin Periode 2026–2031

TerabasNews, TOBOALI – Pemerintah Kabupaten Bangka Selatan menyelenggarakan Musyawarah Korps Pegawai Republik Indonesia (KORPRI) Kabupaten…

2 hours ago

Ubah Zakat Jadi Modal Kerja, Gubernur Hidayat Arsani Pacu UMKM Babel Naik Kelas

TerabasNews, SUNGAILIAT — Langkah konkret untuk mewujudkan kemandirian ekonomi masyarakat terus ditunjukkan oleh Gubernur Kepulauan…

2 hours ago