TerabasNews, BANGKA TENGAH – Pemerintah Kabupaten Bangka Tengah melalui Dinas Pendidikan launching Program Keluarga Asuh dan Guru Asuh, guna memenuhi hak Anak Berkebutuhan Khusus.
“Anak berkebutuhan khusus memerlukan pelayanan pendidikan yang bersifat khusus, untuk membantu mengurangi keterbatasannya dalam hidup di masyarakat serta meningkatkan potensi yang dimiliki secara optimal, dan berhak mendapatkan pendidikan, terutama pendidikan Sekolah Dasar, untuk itu, sudah sepatutnya kita memberikan perhatian lebih kepada mereka, melalui program Keluarga Asuh dan Guru Asuh,” ujar Bupati Bangka Tengah Algafry Rahman, Jum’at (7/10).
Lanjut Algafry, Anak Berkebutuhan Khusus adalah anak yang proses pertumbuhan, serta perkembangannya fisik, mental dan emosionalnya belum maksimal, oleh karena itu, pada umumnya ABK memerlukan pelayanan pendidikan khusus.
“Karena itu, Pemerintah memiliki kewajiban untuk memberikan pelayanan pendidikan yang bermutu kepada setiap peserta didik tanpa terkecuali termasuk ABK,” ujarnya.
Lebih lanjut dikatakan Algafry, untuk memenuhi itu, Pemerintah Kabupaten Bangka Tengah saat ini terus mengembangkan sistem pendidikan inklusi.
“Sistem pendidikan inklusi adalah sistem pendidikan yang memungkinkan Anak Berkebutuhan Khusus, memperoleh kesempatan mengikuti proses pendidikan bersama dengan siswa normal, sehingga mereka dapat mengembangkan diri secara optimal, dan diharapkan masa depan ABK akan lebih baik, karena sekolah ini membekali anak untuk bisa hidup mandiri dalam hidupnya dengan segala kekurangan dan kelebihannya,” terang Algafry.
Masih kata Algafry, ia berharap agar para orang tua semakin sadar dan mengetahui tentang pentingnya pendidikan bagi ABK, baik melalui pendidikan di Sekolah Luar Biasa (SLB) maupun pendidikan inklusi.
“Semoga kedepannya anak-anak yang berkebutuhan khusus ini, akan semakin mudah memperoleh akses pendidikan,” ucapannya.
Terpisah, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bangka Tengah, Iskandar, mengatakan, diluncurkannya program Keluarga Asuh dan Guru Asuh bertujuan untuk menyatukan beberapa program pendidikan mulai dari PAUD, SD, dan SMP.
“Inklusi untuk anak-anak ABK sifatnya berjenjang, dimana untuk program SD dan SMP sebelumnya memang sudah ada, dan kami berharap dari PAUD sudah terbina dengan baik, masuk SD terpantau dengan baik, sampai SMP-SMA mereka bisa lulus semua dengan potensi yang ada pada diri mereka,” harap Iskandar.
Dikatakan Iskandar, dia mengakui bahwa untuk program ini pihaknya mendapat dukungan penuh dari Bupati Bangka Tengah.
“Alhamdulillah, bapak Bupati Algafry mendukung penuh program ini, dan Insya Allah semuanya berjalan dengan baik,” pungkasnya. (Haryan)
TerabasNews, BANGKA -- Ratusan angler yang merupakan karyawan PT TIMAH Tbk memadati kawasan eks Galangan…
TerabasNews, BANGKA SELATAN, – Setelah menyelesaikan masa reses dan melakukan penyampaian serta penyerapan aspirasi masyarakat,…
TerabasNews - Kasus praktik penimbunan Bahan Bakar Minyak (BBM) yang terjadi pada November 2025 lalu…
TerabasNewa, BANGKA SELATAN – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dari…
TerabasNews, BANGKA TENGAH - Tradisi lokal Nyiang Kubur kembali dilaksanakan masyarakat Desa Sungkap, Kecamatan Simpang…
TerabasNews, PANGKALPINANG -- PT TIMAH Tbk berkomitmen mengimplementasikan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) secara konsisten…