Categories: Politik

Dewan Bangka Ini Minta Pemerintah Lakukan Kajian Ulang Atas Kenaikan BBM

TerabasNews, Sungailiat – Anggota DPRD Kabupaten Bangka, Muhammad Ali menanggapi soal kenaikan Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Pertalite, Pertamax dan Solar yang dianggap semakin memberatkan kehidupan masyarakat khususnya di Kabupaten Bangka, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel)

Terlebih, dengan kenaikan BBM ini menimbulkan beberapa gejolak penolakan dari berbagai kalangan, baik mahasiswa, masyarakat hingga para pengguna kendaraan angkutan umum.

“Soal Kenaikan Harga BBM ini membuat banyak gejolak penolakan kenaikan BBM, baik dari kalangan mahasiswa maupun dari kawan ojek dan supir-supir angkutan umum,” ungkap Muhammad Ali.

Selain itu, menurut Politikus Partai Golkar ini dengan naiknya harga BBM maka dengan otomatis semua akan berdampak bagi masyarakat khususnya petani, pedangan, nelayan hingga jasa.

“Intinya jika BBM naik, otomatis semua pasti ada dampaknya khusus untuk para petani, nelayan, pedagang dan jasa serta lainnya,” tutupnya.

Selain itu, Muhammad Ali yang tinggal di Desa Penagan Kecamatan Mendo Barat mengakui bahwa masyarakat yang jauh dari SPBU merasakan dampak yang sangat signifikan dikarenakan tidak bisa menikmati BBM yang disubsidi pemerintah.

“Dampak itu sangat dirasakan terutama bagi masyarakat yang jauh dari SPBU, Apalagi adanya aplikasi Mypertamina yang mengatur pemakaian BBM, sedangkan di desa-desa yang tidak ada SPBU bagaimana cara mendapatkan bbm yang disubsidi oleh pemerintah itu,” ungkap Muhammad Ali yang terpilih dari Daerah Pemilihan (Dapil) Merawang dan Mendo Barat ini.

Lebih lanjut, Muhammad Ali menjelaskan bahwa di desa ia tinggal banyak masyarakatnya mencari nafkah untuk keluarga dengan mata pencaharian petani, nelayan, pedagang dan juga tambang

“Jadi desa kami tu, masyarakatnya lengkap mata pencahariannya ada penambang, petani, nelayan dan jasa,” pungkasnya

Untuk itu, Muhammad Ali ingin pihak pemerintah lebih bijak dan perlu adanya kajian ulang secara matang sehingga tidak terjadi gejolak yang lebih luas dikalangan masyarakat menengah ke bawah atas kebijakan kenaikan BBM ini.

“Semoga pemerintah lebih harus hati-hati dan perlu ada kajian ulang yang lebih matang lagi, Jangan sampai timbul gejolak baru di kalangan masyarakat kita khususnya kalangan menengah kebawah,” tutupnya.

TerabasNews

Recent Posts

Bupati Algafry Raih Penghargaan Menteri Hukum RI atas Dukungan Posbankum

TerabasNews, PANGKALPINANG - Bupati Bangka Tengah, Algafry Rahman, menegaskan Pos Bantuan Hukum (Posbankum) Desa/Kelurahan di…

6 hours ago

Dari Pesisir Belitung Timur, PT TIMAH dan Masyarakat Bergerak Jaga Alam Lewat Penanaman Mangrove di Pantai Mudong

TerabasNews, BELITUNG TIMUR — PT TIMAH (Persero) Tbk terus menunjukkan komitmennya dalam menjaga kelestarian lingkungan…

8 hours ago

Pemkab Bangka Selatan Gandeng SPPG dan BPJS Kesehatan, Perluas Jaminan Kesehatan dan Ringankan Beban APBD

TerabasNews, TOBOALI – Pemerintah Kabupaten Bangka Selatan menjalin kerja sama strategis dengan sejumlah Satuan Pelayanan…

8 hours ago

Ditreskrimsus Polda Babel Jemput Paksa dan Tahan Tersangka “Akuntan Bodong” di Bogor

TerabasNews, PANGKALPINANG – Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Kepulauan Bangka Belitung telah melakukan penjemputan…

8 hours ago

PT TIMAH Konsisten Bangun Generasi Unggul, 958 Alumni Lahir dari Program Kelas Beasiswa

TerabasNews, PANGKALPINANG -- Program Kelas Beasiswa yang digagas PT TIMAH (Persero) Tbk pada SMAN 1…

11 hours ago

Dari Sembako hingga Kebun Cabai, Program TJSL PT TIMAH Bawa Manfaat untuk Warga Bangka Selatan

TerabasNews, PANGKALPINANG -- PT TIMAH (Persero) Tbk terus memperkuat komitmennya dalam menjalankan program Tanggung Jawab…

11 hours ago