Categories: Ekonomi

Didominasi UMKM, QRIS di Bangka Belitung Tumbuh Signifikan

TerabasNews, Pangkalpinang – Penggunaan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) di Bangka Belitung tumbuh sangat signifikan hal itu didominasi oleh pelaku UMKM.

Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Budi Widihartanto mengatakan pertumbuhan yang signifukan penggunaan merchant QRIS dimana 96 persen merupakan pelaku UMKM di daerah.

Ia mengatakan, untuk jumlah pengguna QRIS di Babel hingga Juni 2022 mencapai 55.617 user atau terdapat penambahan 31.150 user baru sepanjang 2022.

“Jadi untuk QRIS ini kita ada dua sisi yaitu dari sisi suplai maupun sisi demand. Kalau untuk sisi supply yaitu kita dari merchant, di mana untuk jumlah merchant sudah lebih dari 83.000. Ini pertumbuhannya sudah sangat signifikan, di mana sebelumnya di bawah level 20 ribuan merchat sekarang sudah lebih dari 83.000,” katanya di Pangkalpinang, Selasa (6/9).

Ia mengatakan, dari sisi demand, pihaknya terus melakukan sosialisasi maupun edukasi berupa user experience kepada kelompok masyarakat baik kepada ASN, TNI Polri, mahasiswa, anak muda dan juga kepada masyarakat lainnya misalnya ke pasar-pasar.

“Ini terus berkembang cukup besar bahkan sudah tembus 83.000 dan nanti akan kita arahkan hingga akhir tahun ini sampai dengan 90.000 dan mudah-mudahan dapat tercapai,” ujarnya.

Ia berharap bantuan dari media juga dapat memberikan sosialisasi kepada masyarakat terkait penggunaan non tunai yang saat ini sudah sangat berkembang.

“Jadi ayo, jangan ragu kita menggunakan non tunai dalam setiap bertransaksi. Karena dengan nontunai itu kita dapat CEMMUAH, yaitu Cepat, Mudah, Murah, Aman dan Handal,” katanya.

Sementara untuk pertumbuhan ekonomi di Bangka Belitung, dengan adanya event G20 ini khususnya di Kepulauan Belitung, tentunya ini akan mampu memberikan kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi, artinya kalau pertumbuhan ekonomi itu resikonya agak sedikit ke bawah, jadi bisa bertahan dengan adanya event-event pada saat pelaksanaan G20.

“Karena tentunya kegiatan G20 akan meningkatkan konsumsi dan juga akan meningkatkan pada sektor perdagangan maupun sektor pariwisata termasuk tingkat hunian hotel,” ujarnya.

Dengan adanya kegiatan G20 internasional di Kepulauan Belitung, diharapkan dapat menahan turunnya pertumbuhan ekonomi terhadap sektor unggulan utama seperti timah maupun kelapa sawit yang sedikit turun.

TerabasNews

Recent Posts

Dari 14 Koperasi Desa Merah Putih di Pangkalpinang, Baru 8 Rampung 100 Persen, Kendala Ketersediaan Lahan

TerabasNews, PANGKALPINANG — Pemerintah Kota Pangkalpinang mengungkapkan baru delapan dari 14 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih…

2 hours ago

PT TIMAH Kolaborasi Penuhi Kebutuhan Air Bersih Warga Terdampak Kekeringan di Sungailiat

TerabasNews, BANGKA -- Musim kemarau yang berlangsung cukup panjang membuat sebagian masyarakat di Kecamatan Sungailiat,…

2 days ago

DPRD Babel Setujui Dua Raperda, Masukkan Iuran Pertambangan Rakyat untuk Perkuat Pendapatan Daerah

TerabasNews, PANGKALPINANG – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung secara resmi menyetujui…

2 days ago

Pemkot Pangkalpinang Luncurkan PKP Smart, Integrasikan Seluruh Layanan Publik dalam Satu Aplikasi

TerabasNews, PANGKALPINANG – Pemerintah Kota Pangkalpinang secara resmi meluncurkan aplikasi unggulan PKP Smart, sebuah platform…

3 days ago

Luncurkan PKP Smart, Diskominfo Pangkalpinang Dorong Transformasi Digital Layanan Publik

TerabasNews, PANGKALPINANG – Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Pangkalpinang secara resmi meluncurkan aplikasi PKP…

3 days ago

PT TIMAH Kolaborasi dengan Polda Babel Edukasi Pencegahan Penyalahgunaan Narkoba bagi Pekerja Tambang

TerabasNews, PANGKALPINANG -- PT TIMAH (Persero) Tbk berkolaborasi dengan Direktorat Reserse Narkoba Polda Kepulauan Bangka…

3 days ago