Categories: Daerah

Setelah Dilakukan Penggalian, Situs Candi Bototumpang, Diduga Candi Peninggalan Kerajaan Kalingga

TerabasNews, Kendal – Keberadaan Situs Candi Bototumpang yang berada di dusun Bototumpang Desa Karangsari kecamatan Rowosari kabupaten Kendal Jawa Tengah yang diduga sebagai situs peninggalan Kerajaan Kalingga pada Abad 6 – 10 Masehi telah dilakukan pengalian dan penelitian selama 20 hari oleh tim peneliti arkeologi dari Pusat Penelitian Arkeologi Nasional (PPAN) Jakarta.

Kepala Desa Karangsari Mochamad Wibisono sangat mendukung sekali penggalian dan penelitian tersebut, pihaknya berharap misteri yang masih menyeliputi akan keberadaan Candi Bototumpang di Desa nya segera terungkap dan bisa diketahui kebenaran peradaban di masa lampau di Desa Karangsari secara ilmiah.

“Kami berharap keberadaan Candi Bototumpang yang diduga sebagai situs bersejarah peninggalan Kerajaan Kalingga abad 6-10 Masehi segera terungkap. Dan kami juga berharap nantinya situs Candi itu bisa dijadikan sebagai Destinasi Wisata yang tentunya akan meningkatkan ekonomi warga kami” kata Kades Karangsari, Senin (26/4/21).

Diketahui setelah dilakukan penggalian dan penelitian selama 20 hari, situs Candi Bototumpang
tampak diurug kembali dengan teknik khusus. Pengurukan dimaksudkan agar artefak hasil penelitian tidak rusak atau hilang. Rencananya penggalian dan penelitian akan dilanjutkan kembali setelah hasil penelitian disimpulkan dengan hasil laboratorium tim peneliti.

Ketua tim penelitian Agustjanto Indradjaja mengatakan, penggalian dilakukan di sisi selatan situs yang berada di tengah pemukiman warga. Tim akan melakukan penggalian kembali tahun depan. Karena itu situs Candi Bototumpang diurug kembali agar artefak hasil penggalian tidak rusak atau hilang.

“Pengurukan dilakukan dengan teknik khusus, dengan cara menutup situs yang digali dengan menggunakan karung sak, kemudian ditumpangi bata lalu diurug dengan tanah hasil galian sebelumnya.Tim akan melakukan penggalian kembali tahun depan,” jelas Agustjanto.

Disebutkan, hasil penelitian selama dua puluh hari, akan disimpulkan dengan hasil laboratorium yang dilakukan oleh tim peneliti.

“Penggalian dua puluh hari di situs Candi Utama baru tergali seperempatnya saja. Kami menemukan dua sektor candi dan sektor pagar yang kami perkirakan itu rumah biksu dan pendopo,” ungkapnya.

Dikatakan, nantinya hasil temuan tim akan direkomendasikan ke Pemerintah Daerah melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata. Serta akan direkomendasikan ke Balai Besar Perlindungan Cagar Budaya Jawa Tengah.

“Tim telah melakukan sketsa gambar di sektor utama candi dan di sektor dua sebelum dilakukan pengurukan. Kami membutuhkan waktu dua hari untuk pengurukan situs candi Bototumpang,” pungkasnya. (KYD/nyaman).

TerabasNews

Recent Posts

Tak Sekadar Menambang, PT TIMAH Kembali Restocking 1.000 Kepiting Bakau di Kundur

TerabasNews, KUNDUR -- Upaya menjaga kelestarian ekosistem pesisir terus dilakukan di wilayah operasional PT TIMAH…

5 hours ago

<em>Hari Pelanggan Nasional 2026, PLN Babel Perkuat Komitmen Hadirkan Layanan Kelistrikan Terbaik</em>

TerabasNews, Pangkalpinang, 16 September 2026 – Memperingati Hari Pelanggan Nasional (HPN) 2026, PT PLN (Persero)…

5 hours ago

Didit Srigusjaya Sorot Ketidakakuratan Data Desil, Minta Pemerintah Pusat Tunda Penggunaan Data Sementara

TerabasNews, PANGKALPINANG — Ketua DPRD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Didit Srigusjaya menyoroti ketidaktepatan klasifikasi desil…

6 hours ago

Edi Nasapta Kritik Terhadap Kekacauan Pendataan Penetapan Desil Masyarakat

TerabasNews, PANGKALPINANG — Wakil Ketua DPRD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dari Fraksi Partai NasDem, Edi…

7 hours ago

PLN dan Pelindo Perkuat Elektrifikasi Maritim Menuju Green Port, Resmikan Onshore Power Supply 1 MVA di Tanjung Priok

TerabasNews, Jakarta, 17 September 2026 - PT PLN (Persero) bersama PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) meresmikan…

7 hours ago

Empat Tahun Berjuang Melawan Kanker, Aswandi Dapat Uluran Bantuan PT TIMAH

TerabasNews, PANGKALPINANG -- Hampir empat tahun Aswandi (51) warga Kota Pangkalpinang harus berjuang menghadapi kanker…

7 hours ago