Pemilik Suara Sah Partai Golkar Babel Pendukung BPJ Duga Ada Permainan SC Pada Musda V

By Hendrawansyah 18 Mar 2020, 15:34:25 WIBPolitik

Pemilik Suara Sah Partai Golkar Babel Pendukung BPJ Duga Ada Permainan SC Pada Musda V

Keterangan Gambar : Jumpa pers pendukung BPJ di Soll Marina Bangka Tengah, Rabu 18/3


TerabasNews - PANGKALPINANG - Para pemilik suara sah yang memberikan dukungan kepada calon ketua DPD I Golkar Bangka Belitung Bambang Patijaya (BPJ) menduga ada permainan dari Panitia (SC) terkait pelaksanaan Musda yang berakhir kericuhan hingga diskor sampai batas waktu yang belum ditentukan.

Juru bicara pemilik suara Eddy Iskandar, Rabu, mengatakan pelaksanaan Musda Golkar Bangka Belitung yang berlangsung di Soll Marina Hotel pada 16 Maret 2020 kemarin baru sampai pada keputusan demisioner Kepengurusan DPD I Partai GOLKAR Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

“Kami melihat sejak awal ada upaya dari panitia (SC) untuk menghilangkan status kepesertaan dari para pemilik suara, yaitu ormas yang mendirikan dan yang didirikan Partai Golkar dengan cara tidak memperbolehkan peserta dan pemilik suara Musda tersebut untuk registrasi serta menghalangi mereka masuk di dalam ruangan sidang,” kata Eddy Iskandar saat menggelar konferensi pers dengan wartawan di Soll Marina Hotel, Rabu, (18/3).

Ia mengatakan, selaku peserta musda, ormas yang mendirikan dan didirikan Partai Golkar baru diperbolehkan masuk ruangan sidang setelah memasuki Pleno ke 2.

“Itupun setelah DPP Golkar menjelaskan AD/ART Partai Golkar dan ketentuan di dalam Juklak Partai Golkar kepada Panitia musda (SC),” ujar Eddy. 

Dikatannya, oleh Panitia (SC), ormas yang mendirikan dan didirikan Partai Golkar telah secara sengaja tidak dimasukkan menjadi unsur peserta. 

"Hal Ini jelas pelanggaran AD/ART Partai Golkar pasal 54(2). Pada pembahasan Tata tertib, hal ini dikoreksi oleh DPP Partai Golkar dengan proses yang sangat alot dan lama,” katanya.

Menurut Eddy, Panitia Musda (SC) melakukan intervensi kepada pimpinan sidang dan SC ingin menjadi pemain yang ikut menentukan keputusan dan hasil musda tanpa melibatkan peserta musda yang merupakan pemegang kedaulatan di dalam musda.

“Dalam pandangan umum yang disampaikan masing masing 12 peserta musda, dinyatakan dengan jelas, baik lisan maupun tertulis 7 pemilik suara memberikan dukungan kepada Bambang Patijaya, sedangkan Hendra Apolo hanya mendapatkan tiga dukungan,” ujar Eddy.

Ia mengaku merasa aneh jika Panitia Musda (SC) membuat ketetapan berbeda dari yang disampaikan oleh para peserta dan pemegang hak suara, dan memaksakan ketetapan panitia (SC) tersebut menjadi keputusan musda.

"Pada saat Penyampaian hasil penjaringan, Panitia (SC) kembali dengan sengaja tidak mengakui dukungan yang disampaikan oleh ormas yang mendirikan Partai GOLKAR dan ormas yang didirikan Partai GOLKAR, tanpa ada alasan, tanpa ada konfirmasi apalagi verifikasi,” ujar dia.

Dia menjelaskan, Pimpinan sidang sudah ingin memverifikasi hasil SC karena proses yang dilakukan oleh SC adalah diluar persidangan musda. Namun hal tersebut ditolak oleh SC.

“Kami melihat, bahwa Ketua Pimpinan sidang bersama dengan DPP Partai GOLKAR berusaha menengahi dan menjelaskan ketentuan dan aturan dari AD/ART dan Juklak Partai Golkar, tetapi panitia musda (SC) tetap ngotot dengan keinginannya,” ujar dia.

Terkait kericuhan yang terjadi, menurutnya justru dilakukan oleh panitia (SC) dan bukan oleh peserta musda. 

“Pimpinan musda setelah melihat kericuhan yang terjadi bahkan hingga terjadi pemukulan terhadap meja tidak bisa diselesaikan pada saat itu karena pemaksaan keinginan panitia (SC) tersebut. Untuk itu mengambil keputusan untuk menunda musda sampai waktu yang belum ditentukan,” ujar Eddy.

Sementara Ketua Panita Musda (SC), Bustami saat dihubungi melalui telepon membantah apa yang disampaikan oleh para pemilik suara suara tersebut dan Dirinya mengaku bahwa apa yang telah dilaksanakan oleh panitia sudah sesuai prosedur dan aturan yang ada.

“Apa yang kami lakukan Itu sudah sesuai aturan. Surat dari SC ke DPP juga. Sebetulnya apa yang kami kerjakan sebagai orang organisasi sudah tahu apakah melanggar aturan atau tidak," katanya. 

Bustami mengatakan, jika para pemilik suara tersebut tidak puas dengan apa yang dikerjakan,  pihaknya siap untuk duduk satu meja dan buka-bukaan data secara transparan.  

"Kalau mereka memang tidak puas dengan hasil yang kami serahkan kemaren, ayo duduk satu meja dan kita buka-bukaan data secara transparan agar tidak terjadi fitnah," katanya. (Hen) 





Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook