DITPOLAIRDA POLDA BABEL AMANKAN 1000 DUS MIRAS IMPOR ILEGAL

By Hendrawansyah 05 Feb 2020, 16:40:15 WIBHukum

DITPOLAIRDA POLDA BABEL AMANKAN 1000 DUS MIRAS IMPOR ILEGAL

Keterangan Gambar : Jumpa Pers Polda Babel mengenai pengamanan penyelundupan miras impor ilegal


TerabasNews - Ditpolairda Polda kepulauan Bangka Belitung dibantu oleh personel Heli Korp Poludara Baharkam Polri mengamankan kapal cepat tanpa nama beserta 1000 dus minuman keras impor ilegal.

Kapolda Bangka Belitung, Brigjen Pol Anang Syarif Hidayat mengatakan, penyelundupan miras impor ilegal berbagai merek tersebut berlayar dari Batam menuju Lampung.

"Kita berhasil mengamankan Kapal cepat tanpa nama berkapasitas 2100 PK dengan mengunakan 7 mesin  dengan membawa 12.000 botol miras ilegal" ujarnya saat jumpa pers di dermaga polair Polda Babel, Rabu 5/2.

Ia mengatakan, kapal cepat tanpa nama diamankan diperairan  Maspari perbatasan Lampung dengan Bangka Selatan.

Dari pengungkapan kasus tersebut, selain 1000 dus yang berisikan 12.000 botol miras ilegal berbagai merek, petugas juga berhasil mengamankan satu unit kapal cepat tanpa nama dan delapan orang anak buah kapal, yaitu No selaku nahkoda, Wa selaku mekanik, Re, Sy, Da, Su, La dan Je selaku ABK.

"Kapal cepat ini berlayar dari Pulau Batam tanpa dilengkapi Surat Persetujuan Berlayar (SPB) dengan muatan minuman berakohol berbagai merek tanpa izin," katanya.

Adapun modus operandinya, yaitu pelaku mengangkut minuman berkohol berbagai jenis merk chivas, vodka, black label dan lain-lain, yang dimuat secara dari kapal ke kapal di perairan over port limit (OPL) Batam yang akan dibawa menuju ke perairan Lampung.

Dalam penangkapan tersebut, petugas melakukan pengejaran dengan menggunakan helikopter yang telah menjadi target operasi. Karena saat pengejaran kapal itu tidak mau berhenti, maka petugas menembak mesin kapal tersebut.

"Saat ini para pelaku dan barang bukti telah diamankan di Mapolda Babel guna proses penyidikan lebih lanjut. Para pelaku akan dikenakan Pasal 323 UU No 17 Tahun 2008 tentang Pelayaran dan Pasal 106 UU No 7 Tahun 2014 tentang Perdagangan dengan ancaman pidana penjara paling lama lima tahun," katanya. (Hendra)





Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook