TerabasNews, Pangkalpinang, 19 Oktober 2026 – Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF) ke-13 tahun 2026 resmi ditutup pada 18 Oktober 2026 di Jakarta International Convention Center (JICC), Jakarta, dengan berbagai capaian positif dalam pengembangan ekonomi dan keuangan syariah nasional. Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (KPwBI Babel) turut mengambil bagian dalam keberhasilan tersebut melalui penguatan UMKM halal, ekonomi pesantren, dan inovasi keuangan sosial syariah.
Mengusung tema “Akselerasi Pertumbuhan Ekonomi dan Keuangan Syariah Berkelanjutan melalui Sinergi dan Transformasi Digital”, ISEF 2026 mencatatkan penjualan produk makanan halal dan fesyen sebesar Rp13,85 miliar, serta business matching pembiayaan dan perdagangan syariah senilai Rp3,16 triliun. Selain itu, komitmen kerja sama pasar uang dan pasar valuta asing syariah mencapai Rp6,05 triliun. Capaian nasional ini mencerminkan semakin luasnya peluang kolaborasi dan pengembangan usaha dalam ekosistem ekonomi syariah.
Dalam gelaran tersebut, KPwBI Babel menghadirkan sejumlah UMKM unggulan Babel, yaitu Cokelat CandU, Morenji, dan Billiton Spice pada sektor halal food; Sepiak Belitong pada sektor modest fashion; serta Adena, Billiton Spice, Madu RR1669, Kritcu Super Sindi, dan Wijaya Crab pada Halal Mart. Dengan transaksi UMKM lebih dari 130 juta rupiah. Partisipasi ini turut membuka peluang pasar internasional melalui business matching Business-to-Business (B2B) antara Billiton Spice dengan calon pembeli dari Singapura dan Pakistan, sebagai langkah awal perluasan akses ekspor produk unggulan Bangka Belitung.
Rangkaian ISEF 2026 juga menghadirkan Indonesia International Modest Fashion Festival (IN2MOTIONFEST) yang berkolaborasi dengan Jakarta Modest Fashion Week (JMFW) dan resmi ditutup pada 18 Oktober 2026. Ajang ini menjadi wadah promosi industri modest fashion nasional, termasuk melalui partisipasi Sepiak Belitong, UMKM binaan KPwBI Babel, dalam fashion show, bazar, dan business matching wastra. Melalui kegiatan tersebut, Sepiak Belitong berhasil membuka peluang kerja sama bisnis dengan calon pembeli asal Australia, sekaligus memperluas jejaring pemasaran dan potensi ekspor produk fashion khas Bangka Belitung ke pasar internasional.
Di bidang keuangan sosial syariah, KPwBI Babel memperkenalkan inovasi Wakaf Produktif Hijau melalui program Wakaf Waste Box (WWB) hasil sinergi bersama WakafMU Prov. Kep. Bangka Belitung. Program ini dipromosikan secara digital melalui booth Wakafein yang berhasil menghimpun wakaf lebih dari Rp58 juta. Ke depan, WWB direncanakan untuk diimplementasikan di lingkungan sekolah sebagai sarana edukasi pengelolaan sampah dan edukasi wakaf sejak dini. Melalui langkah ini, wakaf produktif diharapkan semakin dekat dengan masyarakat serta memberikan manfaat nyata yang berkelanjutan, baik dari sisi sosial, pendidikan, maupun lingkungan.
Penguatan ekonomi syariah daerah juga diwujudkan melalui keikutsertaan perwakilan Dewan Pimpinan Wilayah Himpunan Ekonomi dan Bisnis Pondok Pesantren (DPW HEBITREN) Kepulauan Bangka Belitung dalam Forum Bisnis Pesantren. Partisipasi ini menjadi sarana untuk memperluas jejaring antarpesantren, berbagi pengalaman pengelolaan usaha, serta membuka peluang penjajakan kerja sama dengan pesantren dari berbagai daerah lain di Indonesia. Melalui forum ini, pesantren di Bangka Belitung diharapkan dapat memperoleh akses yang lebih luas terhadap pengembangan usaha, penguatan kapasitas kelembagaan, dan kolaborasi ekonomi yang berkelanjutan.
Dalam penutupan ISEF 2026, Deputi Gubernur Bank Indonesia, Solikin M. Juhro, menegaskan bahwa keberhasilan ekonomi syariah harus tercermin dari manfaat nyata bagi perekonomian dan kesejahteraan masyarakat. Untuk itu, penguatan ekonomi syariah ke depan difokuskan pada integrasi rantai nilai halal, perluasan pembiayaan syariah melalui inovasi dan sinergi keuangan komersial serta sosial syariah, serta peningkatan literasi dan inklusi berbasis digital.
Sejalan dengan hal tersebut, Kepala Perwakilan BI Kep Babel berkomitmen akan terus memperkuat kolaborasi dengan pemerintah daerah, pelaku usaha, pesantren, lembaga keuangan syariah, dan pemangku kepentingan lainnya. Melalui semangat “Kebaikan untuk Semua”, berbagai peluang dan kolaborasi yang terbangun selama ISEF 2026 diharapkan dapat ditindaklanjuti menjadi kegiatan ekonomi produktif yang berdampak nyata bagi masyarakat Bangka Belitung, sekaligus mendukung visi Indonesia sebagai pusat ekonomi dan keuangan syariah dunia.
TerabasNews, BELITUNG TIMUR -- Kondisi bangunan yang mulai menua membuat Masjid Al Fatah di Desa…
TerabasNews, BANGKA SELATAN - Matangkan persiapan Hari Jadi Kota Toboali ke -318 tahun 2026.Pemerintah Kabupaten…
TerabasNews, BANGKA TENGAH - Pemerintah Kabupaten Bangka Tengah mematangkan kesiapan pembangunan Sekolah Rakyat dengan membahas…
TerabasNews, BANGKA TENGAH - Pemkab Bangka Tengah menggandeng Bank Sumsel Babel Cabang Koba untuk membantu…
TerabasNews, PANGKALPINANG – Penuh kehangatan dan nuansa adat, Gubernur Kepulauan Bangka Belitung (Babel), Hidayat Arsani,…
TerabasNews, Kabid Humas Polda Bangka Belitung Kombes Pol Agus Sugiyarso menyambangi Panti Asuhan Muara Kasih…