TerabasNews, BELITUNG — PT PLN (Persero) bersama Universitas Bangka Belitung (UBB) secara resmi memperkuat sinergi untuk pengembangan energi hijau serta teknologi berkelanjutan guna mendukung transformasi ketenagalistrikan daerah maupun nasional. Penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) berlangsung bersamaan dengan peluncuran Green Energy Ecosystem Technopark (GEET) di Pulau Rengit, Kabupaten Belitung, pada Sabtu (22/8/2026).
Kerja sama ini mempertemukan kekuatan PLN sebagai pelaku utama sektor kelistrikan nasional dengan kemampuan akademik, riset, inovasi, serta pengembangan sumber daya manusia yang dimiliki UBB. PLN diwakili General Manager Pusat Penelitian dan Pengembangan Ketenagalistrikan PLN Mochamad Soleh, sedangkan UBB diwakili Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Sistem Informasi dan Kerja Sama, Dr. Hamsani.
Dorong Kolaborasi Ilmu Pengetahuan dan Dunia Industri
Wakil Rektor UBB Dr. Hamsani menyambut baik kemitraan strategis ini dan menegaskan pentingnya kerja sama yang terjalin:
“Kerja sama ini menjadi momentum penting bagi UBB untuk memperkuat kontribusi perguruan tinggi dalam pengembangan energi hijau melalui pendidikan, penelitian, inovasi, dan kolaborasi dengan dunia industri.”
Dengan adanya GEET di Pulau Rengit, terbuka ruang kerja sama yang lebih luas melibatkan perguruan tinggi, pelaku usaha, pemerintah, hingga masyarakat luas. UBB akan berkontribusi lewat pengembangan riset serta gagasan ilmiah, sementara PLN menghadirkan pengalaman lapangan, kebutuhan nyata, serta jalur penerapan teknologi tersebut—sehingga diharapkan melahirkan solusi yang tepat sasaran.
Lingkungan technopark ini juga akan menjadi ruang belajar sekaligus tempat pengembangan kompetensi mahasiswa dan tenaga pendidik untuk mengenal lebih dekat berbagai teknologi energi baru dan terbarukan.
GEET Pulau Rengit: Technopark Pertama Milik PLN Penuh Teknologi Bersih
Direktur Teknologi, Engineering dan Keberlanjutan PLN, Edwin Nugraha Putra, menjelaskan bahwa GEET di Pulau Rengit merupakan technopark pertama yang secara resmi dibangun PLN, dilengkapi beragam fasilitas energi masa depan: mulai dari Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS), sistem sel bahan bakar (fuel‑cell), pembangkit tenaga angin, hingga teknologi pembangkitan listrik berbasis hidrogen.
“Pulau Rengit adalah tempat dibangunnya technopark pertama yang resmi dibangun oleh PLN,” ungkap Edwin.
Fasilitas ini berfungsi sebagai sarana pengujian, penelitian, pengembangan sekaligus percontohan penerapan teknologi energi bersih. Kehadiran UBB dipandang sangat penting untuk memperkuat sisi riset, inovasi, serta penyiapan sumber daya manusia yang dibutuhkan guna menjawab tantangan transformasi energi yang terus berkembang pesat.
Hilirisasi Hasil Riset Menuju Penerapan Nyata
Kerja sama ini secara khusus juga diarahkan agar temuan‑temuan ilmiah yang dihasilkan di lingkungan kampus tidak hanya berhenti di atas kertas atau laboratorium, melainkan dapat dikembangkan, diuji, dan diterapkan untuk memenuhi kebutuhan dunia usaha serta masyarakat. Lingkup kerja sama meliputi penelitian bersama, pengembangan inovasi teknologi, penyusunan program pendidikan, peningkatan kompetensi, hingga pemanfaatan bersama hasil riset di bidang energi.
General Manager PLN Unit Induk Pembangkitan dan Penyaluran Babel, Ira Savitri, menambahkan bahwa karakteristik wilayah kepulauan Bangka Belitung menghadirkan tantangan tersendiri dalam penyediaan tenaga listrik—seperti jarak antar‑pulau, kondisi geografis, serta kebutuhan masyarakat yang beragam.
“Babel memiliki tantangan yang berbeda dengan daerah yang lain dalam penyediaan tenaga listrik… karena itu, kolaborasi antara PLN dengan berbagai pihak, termasuk perguruan tinggi, menjadi penting untuk menghasilkan solusi yang sesuai karakteristik wilayah kepulauan,” tegas Ira.
Dukungan untuk Ketahanan dan Kemandirian Energi Nasional
Anggota Dewan Energi Nasional (DEN), Sripeni Inten Cahyani, turut memberikan apresiasi tinggi atas pengembangan GEET sekaligus kerja sama PLN–UBB. Menurutnya, upaya penggabungan kemampuan riset dan penerapan teknologi nyata ini adalah langkah kunci:
“Ini merupakan bukti riset, inovasi, dan pengembangan yang sekaligus harus terus dikembangkan untuk memecahkan isu‑isu strategis nasional, khususnya ketahanan energi.”
Ke depannya, kemitraan ini diharapkan benar‑benar melahirkan hasil kerja nyata—riset yang berguna, teknologi yang dapat diterapkan, serta tenaga kerja yang andal—sambil memperkuat posisi UBB sebagai mitra andal pengembangan energi hijau dan PLN sebagai penggerak utama transisi energi di Indonesia.
TerabasNews, PANGKALPINANG — Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung,…
TerabasNews, PANGKALPINANG — Direktorat Reserse Narkoba (Ditresnarkoba) Polda Kepulauan Bangka Belitung kembali berhasil membongkar peredaran gelap narkotika…
TerabasNews - Kasus penipuan dan penggelapan yang dilaporkan oleh pengusaha tambak udang FG akhirnya memasuki…
TerabasNews, BANGKA SELATAN - Wakil Bupati Bangka Selatan , Debby Vita Dewi, menghadiri Pawai Baris-Berbaris…
TerabasNews, BELITUNG TIMUR – Aktivitas pertambangan timah masih memiliki pengaruh besar terhadap denyut perekonomian masyarakat…
TerabasNews, Belitung — Satuan Lalu Lintas Polres Belitung melalui Unit Keamanan dan Keselamatan Sat Lantas…