Categories: Pemprov Babel

Melalui Kegiatan Business Pitching, Disperindag Babel Perkenalkan Kain Cual dan Batik Babel Ke Kuala Lumpur, Malaysia.

TerabasNews, Pangkalpinang- Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, melalui Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Bangka Belitung (Babel) memperkenalkan dan menjajaki peluang pasar Eskpor kain cual dan batik asal Bangka Belitung ke Kuala Lumpur Malaysia.

Cual dan batik asal Bangka Belitung diperkenalkan langsung oleh para pelaku usaha kepada Atase Perdagangan Indonesia di Kuala lumpur atas kerjasama Disperindag Babel bersama Kementerian Perdagangan (Kemendag) Republik Indonesia (RI) pada Kamis (5/2) dalam acara Business Pitching.

Pelaku usaha tersebut diantaranya, CV Media 46 Merk Ishadi Cual, dan CV Sepiak Belitong Merk Sepiak, serta Tanah Wari, Batik Kampung Katak, menampilkan profil usaha dan produknya masing-masing.

Dalam pertemuan itu, Perwakilan Atase Perdagangan KBRI Kuala Lumpur Aziza Rahmaniar menjelaskan, karakteristik produk fashion yang sesuai dengan permintaan negara Malaysia adalah tidak menerima produk batik dalam bentuk kain.

Batik Indonesia dan Malaysia memiliki kemiripan mengingat asal muasalnya dulunya merupakan budaya nusantara tanpa border. Contohnya motif tenun Kerajaan Pahang yang penenunnya juga didatangkan khusus dari tenaga penenun Palembang yang memiliki keahlian khusus dan kekerabatan yang erat dengan kesultanan Pahang.

Pangsa pasar di Malaysia untuk cual/tenun premium Babel yang kurang lebih seharga RM 1500 dinilai relatif mahal sehingga akan sulit mencari buyer.

Selain itu untuk dapat masuk pasar Malaysia, lebih jauh dijelaskannya, agar tidak menonjolkan ikon atau kebanggaan Indonesia tertentu yang mungkin tidak dikenal konsumen di Malaysia, namun dapat dikombinasikan motif tertentu dengan ikon Malaysia seperti Petronas.

“Untuk motif tertentu yang tidak digunakan untuk pakaian harian dapat berkolaborasi dengan butik atau mengikuti pameran, misalnya Pameran MIHASS. Harga ritel yang bisa masuk dipasar Malaysia sekitar RM 30-40 memiliki potensi yang besar,” Katanya.

Selain itu, alternatif lain bekerjasama dengan fashion Malaysia yang biasa menyelenggarakan fashion show dan pameran di hotel bintang lima. Setelah mengikuti pameran, pelaku usaha diarahkan melakukan B to B dengan pelaku usaha Malaysia dan disertai dengan promosi yang efektif,seperti Tiktok dan Shopee Malaysia.

Dirinya mencontohkan, produk sukses asal Indonesia seperti spageti wow, Tabole Bole dan Produk fashion Damakara yang menyedot perhatian masyarakat di Malaysia melalui medsos tersebut atau mengusahakan kolaborasi dengan model Indonesia yang berdomisili di Malaysia melalui ajang tertentu.

” Akan lebih efektif lagi apabila dilakukan pameran berturut-turut selama 3 tahun agar dikenal dan dingat oleh peminat atau calon buyer di Malaysia.Penting sekali disadari bahwa ekspor itu tidak boleh menjadi euphoria tetapi harus mengedepankan kelengkapan dokumen kepabeanan untuk menghindari kerugian-kerugian serta dampak perdagangan yang dapat berimbas ke permasalahan hukum, ” Imbuhnya.

Kegiatan Business Pitching diikuti oleh perwakilan Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi Babel Fred Ferdiansyah dan Bea Cukai Pangkalpinang Agung Hermawan, Kasfia Jihan dari Direktorat P2IE Kemendag RI.

Harapan para pihak yang hadir seperti yang disampaikan Kepala Bidang Sarana Perdagangan dan Pengembangan Ekspor Disperindag Provinsi Bangka Belitung Agus Setio Rini, kiranya sinergitas yang dibangun antar pihak baik pemerintah daerah, KBRI dan Atase Perdagangan, kementerian maupun institusi vertikal mampu mendorong produk UMKM Babel masuk pangsa pasar ekspor.

“Saya berharap, diawal tahun melalui sinergitas yang dibangun bersama Bea Cukai Pangkalpinang dan DKUKM Provinsi Babel dapat bersama-sama mendorong UMKM masuk pangsa pasar ekspor, ” Ujarnya.

Dalam kegiatan Business Pitching masing-masing pelaku usaha memperkenalkan profil usaha dan produk yang di perdagangkan, misalnya saja, Ishadi menjelaskan Ishadi Cual menyampaikan perusahaannya berdiri pada tahun 2000 di Pangkalpinang, Bangka. Mengangkat kain cual sebagai kain khas identitas daerah Bangka Belitung dan berkomitmen melestarikan motif kain cual sebagai warisan budaya Bangka Belitung. Teknik menenun cual ini merupakan gabungan dari teknik Tenun Ikat dan Sungkit. Kain cual terkenal dengan coraknya yang kaya dan Unik Motif Flora dan Fauna yang bentuknya Abstrak. Tenun Cual menggunakan alat tenun Gedogan.

Owner Sepiak Belitong, Bella Kartika menyampaikan profil produk Sepiak Belitong yang didirikan tahun 2010. “Sepiak” berasal dari bahasa lokal yang artinya Sebelah, sesuai dengan filosofi Sepiak Belitong : Berbagi dan Memberikan Manfaat. Sepiak Belitong sudah pernah mengirimkan produknya ke Malaysia dan juga sudah bergabung dengan Shopee Malaysia serta berkolaborasi dengan pelaku usaha Malaysia. Desain Sepiak mengambil motif pantai dan kearifan lokal. Produknya cukup banyak diminati oleh pasar Malaysia dan sempat terhenti di masa pandemi. Diharapkan dapat dilakukan perluasan akses pasar di Malaysia.

Sementara itu, Endang Sri Hastuti dari Batik Kampung Katak menyampaikan bahwa produknya merupakan batik premium yang mengangkat motif kearifan lokal Bangka Belitung. Dimana Sejak Agustus 2020 bekerjasama dengan Sekolah Luar Biasa dalam program Dunia Usaha Dunia Industri, dimana siswa siswi berlatih membatik di workshop Batik Kampung Katak.

Satu diantara karyawan Batik Kampung Katak adalah tunarungu wicara. Batik Kampung Katak ingin mengembangkan Batik motif Bangka Belitung baik di dalam maupun di luar negeri. Unique Selling Point nya dengan mempertajam keunggulan atau ciri khas dari produk Batik Kampung Katak dan saat ini yang sedang dipromosikan secara live tiktok yaitu motif lada, karena lada merupakan rempah terbaik dunia dengan tingkat kepedasan nomor 6 berasal dari Bangka Belitung.

Pelaku usaha selanjutnya dari kategori fashion yaitu Tanah Wari dengan ciri khas Sejarah di Atas Kain yang mengangkat cerita sejarah nasional dalam desain produknya. Nama Tanah Wari berasal dari bahasa Sansekerta yang berarti tanah dan air. Filosofi ini melambangkan unsur kehidupan yang kokoh, netral, mampu menyesuaikan diri dan menjadi sumber kehidupan manusia. Tanah Wari resmi diluncurkan pada 27 November 2021 dan ingin memperluas pasar hingga ke mancanegara, salah satunya Malaysia. Dengan teknik dotting yang menjadi salah satu khasnya, Tanahwari menawarkan produk yang diminati oleh pasar.

TerabasNews

Recent Posts

PT TIMAH Tbk Dorong Transformasi Kepemimpinan Melalui TINS Executive Leadership Program

TerabasNews, PANGKALPINANG -- PT TIMAH Tbk terus memperkuat kualitas kepemimpinan internal sebagai bagian dari transformasi…

2 hours ago

Peringatan Bulan K3 Nasional di PT TIMAH Tbk Area Bangka Utara, Gelar Simulasi Hingga Berikan Penghargaan

TerabasNews, BANGKA -- Dalam rangka memperingati Bulan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Nasional Tahun 2026,…

19 hours ago

Prodi Pendidikan Bahasa Inggris UBB Gelar Workshop Penyusunan Kurikulum Berbasis OBE

TerabasNewa, BANGKA, – Program Studi (Prodi) Pendidikan Bahasa Inggris (PBI) Universitas Bangka Belitung (UBB) menggelar…

19 hours ago

Dukung Kesembuhan Warga, PT TIMAH Tbk Salurkan Bantuan Biaya Pengobatan untuk Warga Bangka Selatan

TerabasNews, BANGKA SELATAN -- PT TIMAH Tbk kembali menunjukkan komitmennya dalam membantu masyarakat melalui program…

1 day ago

Delegasi UBB Kunjungi Wenzhou, Kolaborasi dengan Lembaga Tiongkok untuk Pertanian Berkelanjutan

TerabasNews, PANGKALPINANG – Delegasi Universitas Bangka Belitung (UBB) yang dipimpin oleh Rektor Prof. Dr. Ibrahim,…

1 day ago

Empati dan Kebersamaan Berlanjut, Pj Sekda Fery Serahkan Tali Asih ASN Peduli Babel ke Istri Alm. Raju

TerabasNews, BANGKA TENGAH – Rasa empati dan kebersamaan terhadap Pegawai di Lingkungan Pemerintah Provinsi (Pemprov)…

1 day ago