Tegas dan Rasional

Melayani Sepenuh Hati, Jasa Raharja Perkuat Edukasi Keselamatan dari Lingkungan Korban

0 235

TerabasNews, Jakarta, 28 November 2025 – Jasa Raharja terus menghadirkan pendekatan baru
dalam upaya menekan angka kecelakaan lalu lintas dengan menggandeng aparatur
kecamatan dan desa di berbagai wilayah Indonesia. Melalui program kampanye
keselamatan yang dilaksanakan serentak di 52 loket, Jasa Raharja mendorong
terbentuknya agen-agen keselamatan di tingkat akar rumput yang mampu
memperkuat budaya tertib berlalu lintas di komunitas masing-masing.
Program ‘Intensifikasi Keselamatan Transportasi Berbasis Domisili Korban melalui
Pemberdayaan Aparatur Kecamatan dan Desa’ ini menjadi bagian dari rangkaian
perayaan bertema ‘Keselamatan untuk Indonesia Maju’. Inisiatif ini dirancang untuk
memperkuat strategi keselamatan transportasi berbasis domisili korban, sebagai
pendekatan baru yang lebih menyasar perubahan perilaku masyarakat. Selama ini,
program keselamatan banyak berfokus pada penanganan 10 titik rawan kecelakaan
teratas. Namun dominasi faktor human error menunjukkan perlunya langkah yang
lebih komprehensif dan menyentuh tataran komunitas.
Aparatur kecamatan dan desa memiliki posisi strategis dalam pendekatan ini. Dengan
kedekatan sosial dan pemahaman terhadap karakteristik wilayah, mereka dinilai
mampu menjadi Agen Keselamatan Transportasi yang efektif. Kehadiran mereka
memungkinkan terjadinya proses edukasi, pengawasan, dan pendampingan yang
lebih intensif serta berkelanjutan. Pendekatan socio engineering melalui aparatur lokal
ini juga membuka peluang multiplier effect, di mana satu aparatur dapat menjangkau
ratusan warga di wilayahnya.
Plt. Direktur Utama Jasa Raharja Dewi Aryani Suzana menjelaskan bahwa langkah
ini merupakan aksi nyata kami melayani sepenuh hati, melaksanakan kampanye
keselamatan yang berdampak dan menjadi bagian dari upaya pencegahan
kecelakaan yang lebih tepat sasaran.
“Kami ingin memastikan program keselamatan berjalan dari tingkat komunitas,
dipimpin oleh figur yang dihormati masyarakat setempat. Pendekatan berbasis
domisili korban membantu kami melihat pola risiko secara lebih jelas, sehingga
intervensi dapat diberikan di tempat yang paling membutuhkan,” ujar Dewi.
Program ini difokuskan pada peringkat 3 teratas dari kecamatan domisili korban
kecelakaan di 10 wilayah pareto nasional, meliputi Jawa Tengah, Jawa Timur, Jawa
Barat, Sumatra Utara, DI Yogyakarta, Sulawesi Selatan, DKI Jakarta, Banten,
Sumatra Barat, dan Sumatra Selatan. Total terdapat 156 kecamatan sasaran dengan
estimasi 10.920 aparatur kecamatan dan desa yang terlibat dan akan berperan
sebagai Agen Keselamatan Transportasi.
Pelaksanaan kegiatan dimulai sejak November hingga Desember 2025,
menghadirkan narasumber dari berbagai pemangku kepentingan, termasuk kepolisian
dan pakar keselamatan transportasi. Setiap sesi mencakup sejumlah tahapan kunci,
yaitu:

  1. Sosialisasi data oleh Jasa Raharja untuk meningkatkan kesadaran risiko.
  2. Edukasi solusi oleh kepolisian, Jasa Raharja, dan para ahli untuk memperkuat
    pemahaman.
  3. Diskusi interaktif guna menghasilkan ide konkret di wilayah masing-masing.
  4. Deklarasi komitmen sebagai penguatan moral untuk menjalankan peran sebagai
    agen keselamatan.
    Dewi menegaskan pentingnya memahami pola risiko dan kondisi sosial masyarakat
    sebelum melakukan intervensi keselamatan. “Pendekatan keselamatan harus
    berangkat dari pemahaman yang utuh tentang pola risiko dan kondisi sosial
    masyarakat. Karena itu, keterlibatan aparatur kecamatan dan desa menjadi kunci agar
    pesan keselamatan tidak hanya disampaikan, tetapi benar-benar dihidupi oleh warga
    dalam kehidupan sehari-hari,” tutur Dewi.
    Dengan pendekatan berbasis domisili korban dan pemberdayaan aparatur kecamatan
    serta desa, program ini diharapkan mampu memperkuat ekosistem keselamatan yang
    lebih menyentuh perilaku masyarakat secara langsung. Jasa Raharja menargetkan
    tercapainya peningkatan pemahaman peserta, terlaksananya rencana aksi yang
    berkelanjutan, serta penurunan angka kecelakaan di wilayah-wilayah prioritas.
    Melalui kolaborasi yang lebih intensif dengan pemangku kepentingan lokal, Jasa
    Raharja optimistis bahwa transformasi budaya keselamatan dapat berkembang lebih
    cepat dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat di seluruh Indonesia.

Leave A Reply

Your email address will not be published.