Categories: Ekonomi

Fadillah Sabri: Kelangkaan BBM di Babel Bisa Jadi Dimanfaatkan Oknum Cari Untung

Terabasnews, Pangkalpinang – Rektor Universitas Muhammadiyah (Unmuh) Bangka Belitung, Fadillah Sabri, menilai persoalan kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) yang beberapa hari terakhir terjadi di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung perlu ditelusuri secara mendalam karena dapat dipengaruhi berbagai faktor, mulai dari cuaca hingga dugaan permainan oknum yang ingin mengambil keuntungan.

“Terkait kelangkaan BBM ini, saya tidak bisa mengatakan secara saklak karena saya tidak memiliki bukti otentik. Tetapi jika kelangkaannya terjadi secara masif, tentu kita bisa menduga adanya pihak-pihak yang ingin mengambil keuntungan dari kondisi seperti ini,” kata Fadillah di Pangkalpinang, Kamis.

Ia mengatakan berdasarkan informasi yang disampaikan Pertamina, distribusi BBM di sejumlah wilayah memang sempat terkendala faktor cuaca. Namun menurutnya, tidak tertutup kemungkinan ada pihak lain yang memanfaatkan situasi tersebut.

“Dari informasi Pertamina memang katanya karena cuaca. Bisa jadi memang begitu, tetapi bisa juga ada yang memanfaatkan kondisi ini. Dalam persoalan ekonomi, selalu saja ada pihak yang ingin mengambil keuntungan,” ujarnya.

Fadillah menjelaskan bahwa persoalan kelangkaan BBM tidak hanya terjadi di Bangka Belitung, tetapi juga di sejumlah daerah lain. Pola ini menurutnya harus dicermati, apalagi terjadi di daerah yang tidak bergantung pada distribusi laut.

“Saya pikir tadinya kelangkaan hanya di Bangka Belitung, tetapi ternyata juga di daerah lain. Kalau di daerah kepulauan seperti Babel, wajar jika cuaca memengaruhi distribusi. Tetapi jika terjadi di wilayah daratan yang tidak melewati laut, tentu logikanya harus dipertanyakan,” katanya.

Ia mencontohkan wilayah Sumatera yang memiliki kilang minyak dan jalur distribusi darat, tetapi tetap mengalami kelangkaan. Kondisi ini membuka ruang untuk menduga adanya praktik-praktik tidak sehat dalam distribusi energi.

Terkait kemungkinan keterlibatan mafia migas, Fadillah menegaskan bahwa dugaan tersebut tetap harus dibuktikan secara hukum.

“Setiap orang yang pernah memegang kekuasaan atau kewenangan besar pasti akan berusaha mempertahankannya. Bisa saja kita menduga ada mafia, tetapi sampai hari ini saya tidak bisa mengatakan iya atau tidak. Itu harus dibuktikan,” ujarnya.

Menurut dia, kejahatan ekonomi pada umumnya dilakukan secara sistematis dan ditutupi oleh pelakunya. Karena itu, ia berharap aparat keamanan serta pemerintah pusat dan daerah bertindak cepat menuntaskan persoalan yang menyangkut kebutuhan dasar masyarakat tersebut.

“Masyarakat tidak pernah memikirkan detail apakah ada mafia atau tidak. Yang penting kebutuhan dasar mereka tidak terganggu. Kalau memang ada permainan, aparat harus bekerja lebih keras untuk menyelesaikannya,” kata Fadillah.

Ia juga mengingatkan agar pemerintah dan aparat penegak hukum tidak membiarkan persoalan serupa berulang setiap tahun.

“Kalau setiap tahun masalah seperti ini terus terjadi, lalu selama ini apa yang dikerjakan? Di mana kehadiran negara dan penegak hukum?” ujarnya.

Fadillah menambahkan bahwa praktik mafia bukan hanya mungkin terjadi pada komoditas strategis seperti BBM, tetapi juga pada barang-barang nonstrategis, sehingga diperlukan pengawasan ketat.

“Barang haram seperti narkoba saja ada mafianya, apalagi sesuatu yang bernilai ekonomi tinggi dan menyangkut hajat hidup orang banyak. Namun terkait kelangkaan BBM ini, kita hanya bisa menduga, belum bisa menyatakan secara pasti,” katanya menegaskan.

TerabasNews

Recent Posts

Dari Bangka ke China, PT TIMAH Dukung Cantabile Bawa Harmoni Melayu ke Panggung Asia

TerabasNews, PANGKALPINANG -- Kesempatan generasi muda Bangka Belitung untuk memperkenalkan kekayaan seni dan budaya daerah…

7 hours ago

Perkuat Sinergi Pemerintah Pusat dan Daerah Selesaikan Persoalan Tata Ruang, IUP, Aset, dan Agraria, Gubernur Babel Buka Persoalan di DPR RI

TerabasNews, Jakarta – Gubernur Kepulauan Bangka Belitung, Hidayat Arsani, mendorong Komisi II DPR RI bersama…

23 hours ago

BPKP Babel Lakukan Evaluasi Maturitas SPIP Terintegrasi di Pemerintah Kabupaten Bangka Selatan

TerabasNews, TOBOALI — Perwakilan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung melakukan…

1 day ago

RSUD Kriopanting Bangka Selatan Raih Penghargaan Fasilitas Kesehatan Terbaik Tingkat Cabang BPJS Kesehatan 2026

TerabasNews, Bangka selatan — RSUD Kriopanting yang berlokasi di Kecamatan Payung, Kabupaten Bangka Selatan, berhasil…

1 day ago

<em>Polda Babel Salurkan 12 Ribu Liter Air Bersih Ke Warga Desa Kemuja Terdampak Kekeringan</em>

TerabasNews, Polda Bangka Belitung kembali menyalurkan sebanyak 12 ribu liter air bersih kepada masyarakat yang…

1 day ago

Perkuat Tata Kelola Perusahaan, PT TIMAH Raih Dua Penghargaan TOP GRC Awards 2026

TerabasNews, JAKARTA -- PT TIMAH (Persero) Tbk meraih dua penghargaan dalam ajang TOP GRC Awards…

1 day ago