Kasus Kekerasan Anak di Bateng Naik, Pemkab Gelar Rakor Pencegahan
Terabasnews, Koba – Pemerintah Kabupaten Bangka Tengah (Pemkab Bateng) melalui Dinas Pengendalian Penduduk, KB, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPKBP3A) menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) Pencegahan Kekerasan Terhadap Anak di Pondok Ketam Munjang, Desa Kurau Barat, Selasa (21/10/2025).
Dalam rakor tersebut, Pemkab turut melibatkan Polres Bangka Tengah, Kejari Bateng, serta Perhimpunan Advokat Indonesia (Peradi) sebagai narasumber.
Wakil Bupati Bangka Tengah Efrianda membuka kegiatan secara resmi. Ia hadir bersama Wakil Ketua I TP-PKK Bateng Devi Efrianda dan Kepala DPPKBP3A Wiwik Susanti.
Dalam sambutannya, Efrianda menegaskan pentingnya pemenuhan empat hak dasar anak, yakni hak hidup, hak tumbuh kembang, hak partisipasi, dan hak perlindungan.
“Anak dan perempuan adalah kelompok yang sangat rentan mengalami kekerasan. Banyak kasus yang kita lihat terjadi bukan hanya di luar rumah, tapi juga di lingkungan keluarga, sekolah, tempat bermain, bahkan lewat media sosial,” ujarnya.
Efrianda mengungkapkan bahwa kasus kekerasan terhadap anak di Bangka Tengah terus meningkat setiap tahun. Pada 2024, tercatat 50 kasus dengan 80 korban. Sementara hingga September 2025, jumlah kasus mencapai 57 dengan 70 korban, terdiri dari 48 anak laki-laki dan 22 anak perempuan.
“Tren kenaikan ini tidak hanya terjadi di Bangka Tengah, tapi juga di seluruh Indonesia. Kondisi anak-anak kita sedang tidak baik-baik saja. Pemerintah harus melakukan pencegahan secara masif dan terpadu,” tegasnya.
Ia mengajak seluruh peserta dan instansi terkait memperkuat sinergi lintas sektor—baik eksekutif, legislatif, yudikatif, dunia usaha maupun masyarakat—untuk mewujudkan perlindungan anak yang optimal.
“Walaupun hasilnya tidak terlihat secepat pembangunan fisik, ini adalah pembangunan sumber daya manusia yang hasilnya baru akan tampak 20–30 tahun ke depan,” kata Efrianda.
Ia pun menyampaikan apresiasi kepada seluruh narasumber yang telah berbagi ilmu dan informasi sehingga upaya pencegahan kekerasan terhadap anak di Bangka Tengah dapat semakin tepat sasaran.