TerabasNews, Pangkalpinang – Wakapolda Kepulauan Bangka Belitung Brigjen Pol Tony Harsono melepas Gerakan Pangan Murah berupa 10 ton beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) ke lima titik distribusi, Sabtu (30/8).
Beras SPHP tersebut dijual seharga Rp56.500 per karung isi lima kilogram, lebih rendah dari harga eceran tertinggi (HET) yang ditetapkan sebesar Rp65.000 per karung.
“Kegiatan ini dalam rangka memperingati HUT ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia dengan menggandeng Bulog, Korem, BUMN, serta instansi terkait lainnya,” kata Wakapolda Babel Brigjen Pol Tony Harsono.
Kepala Bulog Cabang Bangka, Fahmi Alkahfi, menjelaskan bahwa distribusi beras SPHP melalui gerakan pangan murah selalu habis diserap masyarakat karena adanya keterbatasan pasokan.
“Polda menyesuaikan kepada kami tergantung permintaan. Mereka bisa melakukan pemesanan di gudang, pembayaran maksimal tiga hari. Sejauh ini seluruh beras yang kami keluarkan habis terserap,” kata Fahmi.
Ia menyebutkan, Bulog Bangka setiap bulan menyiapkan sekitar 700 ton beras SPHP untuk kebutuhan masyarakat. Produksi dilakukan di gudang Bangka, sementara sebagian stok lainnya disiapkan sebagai cadangan bantuan pangan.
“Kami tidak bisa membandingkan distribusi ini dengan daerah lain karena targetnya berbeda-beda. Yang jelas, Bulog berupaya memperbanyak outlet retail SPHP agar masyarakat lebih mudah mengakses beras dengan harga terjangkau,” ujarnya.
TerabasNews, BANGKA BARAT — PT TIMAH (Persero) Tbk kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung dunia pendidikan…
TerabasNews, PANGKALPINANG – Gubernur Kepulauan Bangka Belitung (Babel), Hidayat Arsani, beserta ibu Noni Hidayat Arsani,…
TerabasNews, BANGKA TENGAH - Kesal karena kebunnya terus menjadi sasaran pencurian, seorang pemilik kebun sawit…
TerabasNews, BANGKA BARAT -- Setelah sebelumnya menggelar Forum Group Discussion (FGD) pembaruan Dokumen Rencana Induk…
TerabasNews, PANGKALPINANG -- Sebanyak 63 pelajar dinyatakan lolos seleksi administrasi Program Kelas Beasiswa PT TIMAH…
TerabasNews, BELINYU — Penguatan Pembinaan Ketahanan Wilayah Maritim (Bintahwilmar) tidak lagi hanya bertumpu pada aspek…