TerabasNews, BANGKA TENGAH – Pemerintah Kabupaten Bangka Tengah melalui DPMPTK membuka pendaftaran program Padat Karya mulai 11 hingga 24 Agustus. Program ini menawarkan bantuan hingga Rp100 juta per kelompok untuk proyek-proyek yang melibatkan 30 pekerja lokal.
Program Padat Karya Kementrian Ketenagakerjaan Republik ini, sebagai langkah konkret dalam meningkatkan perekonomian masyarakat dan menyerap tenaga kerja lokal.
Kepala DPMPTK melalui Kapala Bidang Ketenagakerjaan Musniar menjelaskan, bahwa program Padat Karya ini merupakan salah satu upaya Kementerian Tenaga Kerja RI melalui pemerintah daerah, untuk mengatasi permasalahan pengangguran dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“Program ini untuk memberikan kesempatan kerja sementara kepada masyarakat yang membutuhkan, sekaligus memberikan pelatihan dan keterampilan yang dapat meningkatkan daya saing mereka di pasar kerja,” ujarnya.
Dikatakan Musniar, beberapa sektor strategis yang menjadi fokus program Padat Karya iyalah Pertanian, Perikanan, Pariwisata dan Infrastruktur Pedesaan serta Kelurahan, dengan ketentuan warga Bangka Tengah berusia 18 keatas.
“Untuk sektor insfratruktur pedesaan iyalah pemadatan, pengerasan, atau jalan makadam. Pembuatan jalan rabat beton dengan menggunakan paving blok. Pembuatan tanggul penahan tanah, dan perbaikan irigasi persawahan, saluran air disekitar perumahan, serta tempat pembuangan atau pengelolaan sampah,” terangnya.
Lanjutnya, untuk penerima bantuan program Padat Karya ini, tentunya masyarakat Bangka Tengah yang mana setiap kelompoknya mempekerjakan 30 orang, dengan durasi pekerjaan 15 hari kerja setiap proyeknya.
“Penerima bantuan harus masyarakat Bangka Tengah, lembaga pemerintah terdiri dari Desa, Kelurahan dengan melibatkan masyarakat, sedangkan lembaga non pemerintah ya itu yayasan dan ormas dengan legalitas yang sah. Pendaftaran program ini dibuka dari tanggal 11 hingga 24 Agustus,” bebernya.
Lebih lanjut dikatakannya, untuk nilai bantuan ini nominalnya sebesar Rp.100.000.000, dengan rincian pembelian bahan-bahan pekerjaan, upah pekerja dan jaminan sosial ketenagakerjaan, serta operasional penunjang.
“Dari nilai 100 juta per proyek pekerjaan ini, yang mana penggunaannya 58 juta rupiah untuk membeli bahan-bahan, kemudian 36 juta untuk upah pekerja berikut BPJS Ketenagakerjaan harus di bayarkan, sisanya untuk operasional penunjang seperti sebelum pekerjaan dimulai harus diadakan rembuk desa terlebih dahulu,” tuturnya.
Masih kata Musniar, untuk informasi lebih lanjut masyarakat Bangka Tengah bisa menghubungi layanan call center.
“Masyarakat bisa menghubungi nomor 0852-8043-4439 atau 0821- 2236-2894, diharapkan program ini dapat menjadi model bagi daerah lain, dalam upaya meningkatkan perekonomian masyarakat dan menyerap tenaga kerja lokal,” pungkasnya.
TerabasNews, Jakarta, 28 November 2025 – Jasa Raharja terus menghadirkan pendekatan barudalam upaya menekan angka…
TerabasNews, BELITUNG -- PT TIMAH Tbk mendukung program pemerintah yang berorientasi pada peningkatan kualitas sumber…
TerabasNews, KARIMUN -- PT TIMAH Tbk kembali menunjukan komitmennya dalam meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat melalui…
TerabasNews, PANGKALPINANG - Sebagai bentuk dukungan Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Pemprov Babel) terhadap aktivitas…
TerabasNews, PANGKALPINANG -- Kegelisahan intelektual dan pengamatannya terhadap berbagai diskusi mengenai hilirisasi mineral tambang menjadi…
TerabasNews, PANGKALPINANG -- Keinginan sederhana untuk menikmati kerupuk kulit sapi justru menjadi awal perjalanan usaha…