TerabasNews- Bangka Selatan- Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Bangka Selatan menggelar Kegiatan Focus Group Discussion (FGD) Statistik verifikasi Kematian Maternal dan Fertilitas Remaja di Bangka Selatan.
Kegiatan tersebut digelar di Ruang Rapat Bappelitbangda Bangka Selatan, Rabu (20 November 2024).
Kepala BPS Kabupaten Bangka Selatan, Agung Rachmadi, mengatakan, Survei Penduduk Antar Sensus (SUPAS) adalah survei yang tujuan utamanya mengestimasi jumlah penduduk dan indikator demografi diantara dua waktu sensus penduduk.
Badan Pusat Statistik (BPS) telah lima kali melakukan SUPAS, yaitu tahun 1976, 1985, 1995, 2005 dan 2015 SUPAS 2025 merupakan SUPAS ke enam yang akan dilaksanakan BPS. Untuk itu, Data SUPAS 2025 akan sangat bermanfaat bagi perencanaan pembangunan, baik oleh pemerintah pusat maupun pemerintah daerah.
“Menurut nya, SUPAS 2025 merupakan salah satu upaya menuju satu data kependudukan Indonesia, Pelaksanaan SUPAS 2025 direncanakan akan memanfaatkan data administrasi kependudukan dari Kementerian Dalam Negeri sebagai data dasar.” Paparnya
Data yang dikumpulkan SUPAS 2025 mencakup keterangan pokok penduduk kelahiran, kematian, perpindahan penduduk dalam lingkup nasional, perpindahan penduduk keluar internasional, ketenagakerjaan, pendidikan dan komunikasi, disabilitas, penduduk lanjut usia, serta perumahan.
Ia mengatakan, Indikator yang dihasilkan berguna untuk memonitor dan mengevaluasi pembangunan nasional yang tertuang dalam dokumen RPJMN dan SDGs. Indikator utama yang akan dihasilkan dari kegiatan SUPAS 2025 meliputi indikator penduduk dan parameter demografi yaitu fertilitas. mortalitas, dan migrasi
“Dalam rangka persiapan SUPAS Tahun 2025, diadakan Uji Coba SUPAS 2025 pada tiga kabupaten/kota di seluruh Indonesia. Salah satunya Kabupaten Bangka Selatan, telah melaksanakan rangkaian kegiatan Uji Coba SUPAS 2025 dan mulai persiapan pelatihan innas, pelatihan petugas, pendataan lapangan, hingga evaluasi,” ujar Agung
Sebagai tindak lanjut kegiatan Uji Coba SUPAS 2025, Direktorat Statisth Kependudukan dan Ketenagakerjaan BPS RI melakukan perbaikan mekanisme pada tahapan verifikasi dan pengumpulan data terkait dengan indikator kematian maternal dan fertilitas remaja usia 10-19 tahun yang masuk dalam 45 Indikator Utama Pembangunan Nasional (RPJMIN dan RPJPN) dan pemenuhan target SDGs.
“Oleh karena itu, diadakanlah Focus Group Dacussion dengan mengundang perwakilan dinas serta pejabat yang terkait ini akan membahas mengenai fenomena kematian maternal atau kematian ibu serta fertilitas atau kelahiran pada remaja usia 10-19 tahun.” Ungkapnya ( Andi )
TerabasNews - Kasus praktik penimbunan Bahan Bakar Minyak (BBM) yang terjadi pada November 2025 lalu…
TerabasNews, PANGKALPINANG -- PT TIMAH Tbk berkomitmen mengimplementasikan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) secara konsisten…
TerabasNews, Jakarta — Guru Besar Ilmu Pemerintahan Sekolah Tinggi Ilmu Kepolisian (STIK), Prof. Dr. Albertus…
TerabasNews, Bangka - Universitas Bangka Belitung (UBB) mengawali tahun 2026 dengan melantik dosen, pejabat akademik,…
TerabasNews, BANGKA TENGAH - Zulpan resmi menjabat sebagai Kepala Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Kepemudaan, dan Olahraga…
TerabasNews, BANGKA TENGAH - Pemerintah Kabupaten Bangka Tengah melaksanakan pengangkatan dan pemberhentian Pegawai Negeri Sipil…