Categories: AdvetorialPendidikan

Syindy Memilih Mundur Mengikuti UTBK-SNBT di Kampus Terpadu UBB

TerabasNews, Balunijuk- Pelaksanaan UTBK-SNBT hari kedua Kamis 02/04 memiliki cerita tersendiri bagi para peserta yang mengikuti ujian di Pusat UTBK Kampus Terpadu Universitas Bangka Belitung (UBB). Salah satu peserta UTBK sesi 1, Shindy Aulia Julianti dalam kondisi sakit memaksakan diri untuk tetap mengikuti seleksi masuk PTN.

Peserta asal Kampung Keramat Pangkalpinang yang akrab disapa Shindy pilihan program studi Hukum di UBB harus merelakan impiannya terkubur di jalur UTBK SNBT, pasalnya ia tidak dapat menyelesaikan soal-soal UTBK sampai waktu yang telah ditetapkan dikarenakan matanya mengalami sakit dan tidak dapat melihat lagi tampilan tulisan pada monior UTBK.

Dari penuturan Panitia Penanggung Jawab Lokasi (PJL) Dini Wulansari, M.A., peserta atas nama Shindy Aulia Julianti yang mengikuti tes UTBK di Lab. Komputer. TIK 4 Gedung Babel 4 lt. 2 dari awal sudah memiliki masalah dengan matanya, namun masih bisa melihat tampilan pada monitor.

Panitia juga sudah memberikan kesempatan untuk Syndy dapat mengikuti proses UTBK sampai selesai dengan berkoordinasi dengan Pananggung Jawab Ruang (PJR), Pengawas dan Tim Monev

“Sebenarnya yang bersangkutan sudah punya masalah dengan matanya, cuma pagi itu masih bisa melihat walaupun sudah ngeluh iritasi matanya, belum mulai sih baru ngerjain dami die (Shindy) lah nyerah dan dak sanggup lagi mata tu sakit,” tutur Dini

Panitia juga sudah membujuk peserta untuk tidak menyerah dan mencoba kembali mengikuti proses UTBK. Panitia juga mengarahkan Shindy untuk diperiksa di ruang medis yang sudah dipersiapkan panitia.

Dari penuturan Shindy ke panitia UTBK bahwa hari ini yang bersangkutan akan memeriks matanya ke Dokter, karena jadwal mengikuti tes UTBK Shindy menunda untuk memeriksa matanya.

“Ia bu ini iritasi matanya, dan harusnya rencana saya mau ke dokter, karena mengikuti tes saya tunda dulu,” terang Shindy.

Setelah mendapati perawatan tim medis dan dibantu mengunakan kacamata, serta pencahayaan pada monitorpun di seting, Shindy masih mampu mengikuti tes UTBK dan matanya sudah lebih baik dari sebelumnya.

Seiring waktu proses pengisian soal-soal masih berjalan lancar, kurang lebih 30 menit sebelum berakhirnya waktu pelaksanaan UTBK, Pananggung Jawab Ruang (PJR) konfirmasi kembali ke Penanggung Jawab Lokasi (PJL) bahwa Shindy memilih mundur karena tidak sanggup lagi mengikuti tes UTBK.

“Jadi anak itu sudah mengeluarin air mata terus dan die (Shindy) tidak bisa lagi buka matanya, jadi mejem terus. Jadi Dini bilang bisa dak dilanjutin sebentar lagi 30 menit bae. Tidak sanggup lagi bu, benar ya kalau ini mau di stop, iya bu kata Shindi,” terang Dini menceritakan kembali kronologis ke Humas UBB.

Dihari yang sama sesi 2, cerita lain dituturkan salah satu Peserta UTBK-SNBT yang mengikuti tes di Gedung Timah I Kampus Terpadu UBB. Windi yang berasal dari Desa Kemimngking Bangka Tengah optimis untuk mengikuti seleksi dan harapannya bisa lolos nantinya di PTN yang diidolakan.

Walaupun SLTAnya selama ini ia tempuh di SMK PGRI Baturaja Palembang, Windi tetap memilih PTN di asal daerahnya yakni UBB dan Polman Babel.

Dari 4 pilihan program studi (Prodi) jalur UTBK-SNBT 2024, 3 Prodi pilihannya ia ambil ke UBB yakni pilihan 1 ke D3 Keperawatan UBB, kedua Bisnis Digital UBB, ketiga Teknik Pertambangan UBB, serta pilihan 4 ke prodi Bisnis Digital Polman Babel.

Windi mengakui sudah mempersiapkan diri untuk mengikuti UTBK secara maksimal, salah satunya terus belajar dan tidak lupa do’a dari kedua orang tua dan keluarga. Ia juga menuturkan pilihan PTN di asal daerah karena atas keinginan sendiri dan orang tua yang tidak ingin anaknya jauh lagi dari keluarga.

Usai pelaksanaan UTBK Windi merasa gugup dan soal-soal UTBK yang dikerjakan sangat susah walaupun sudah belajar sesuai kemampunnya. Namun tidak memudar impian dan harapan ia tetap optimis bisa lolos nantinya.

“Dek-dekan saat UTBK dan susah itu pelajarannya, saya pingin lulus dan ini satu-satu harapan saya,” harap Windi ungkapnya ke Humas UBB.

Lebih lanjut ia menambahkan, selama SLTA ia tempuh di Palembang dan ikut keluarga dari orang tua, dan orang tua sendiri berdomisili di Bangka.

Ia berharap bisa diterima dan lolos di PTN jalur SNBT dan dapat memenuhi impian orang tuannya untuk kuliah di Bangka. (Humas)

TerabasNews

Recent Posts

Jaga Stabilitas Keamanan, Kapolres Bangka Tengah Andalkan Patroli dan Peran Bhabinkamtibmas

TerabasNews, BANGKA TENGAH - Pendekatan pencegahan menjadi strategi utama yang akan diterapkan Kapolres Bangka Tengah…

8 hours ago

Tumbuh Bersama Masyarakat Sawang Laut, PT TIMAH Dorong Ekonomi, Budaya, dan Kemandirian Desa

TerabasNews, KARIMUN -- Kehadiran PT TIMAH (Persero) Tbk di Desa Sawang Laut, Kecamatan Kundur Barat,…

8 hours ago

Gratis dan Dekat dengan Warga, Ratusan Masyarakat Sudah Rasakan Manfaat Mobil Sehat PT TIMAH di tahun 2026

TerabasNews, PANGKALPINANG -- Program Mobil Sehat PT TIMAH (Persero) Tbk terus bergerak memperluas akses layanan…

8 hours ago

Matangkan Persiapan HUT RI ke -81, Pemkab Bangka Selatan Tekankan Sinergi Lintas Sektor

TerabasNews, BANGKA SELATAN - Pemerintah Kabupaten Bangka Selatan menggelar rapat persiapan Hari Ulang Tahun (HUT)…

10 hours ago

Mendesak Penyelesaian Masalah Pembelian Pasir Timah, Wakil Ketua DPRD Babel Minta PT Timah Berkoordinasi dengan Forkopimda

TerabasNews, PANGKALPINANG – Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Beliadi,…

10 hours ago

Anggota Komisi III DPRD Babel Yogi Maulana Minta PT Timah Evaluasi RKAB Secara Menyeluruh

TerabasNews, PANGKALPINANG – Anggota Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung,…

11 hours ago