Kata Gubernur Babel Tentang Rekayasa Okulasi

TerabasNews – NAMANG – Gubernur Kepulauan Bangka Belitung (Babel), Erzaldi Rosman mengunjungi petani gaharu di Desa Namang untuk mensosialisasikan teknik okulasi yang dapat meningkatkan produksi gaharu di masa mendatang, Sabtu (23/01/21).

Prospek untuk meningkatkan produksi gaharu dapat terealisasi dengan ditemukannya teknologi rekayasa produksi gaharu. Dengan teknologi inokulasi maka, produksi gaharu dapat direncanakan dan dipercepat melalui induksi jamur pembentuk gaharu pada pohon penghasil gaharu. Peningkatan produksi gaharu akan berdampak pada peningkatan pendapatan masyarakat petani, pengusaha gaharu, dan penerimaan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Gubernur Erzaldi menyatakan, gaharu akan dikelola di Babel, sehingga dapat memberikan nilai tambah bagi petani maupun masyarakat sekitar.

“Hari ini saya bersama pihak perusahaan menemui para petani gaharu untuk mempraktikkan inokulan yang sudah berhasil di Provinsi Bengkulu untuk kita terapkan di sini,” jelasnya.

Di Babel sudah banyak petani yang membudidayakan gaharu dengan usia pohon sekitar 20 tahun, sehingga sudah saatnya para petani mendapatkan hasil yang lebih optimal. Oleh karenanya, program bersama antara Persatuan Gaharu Tanaman Rakyat Indonesia (Pegatri) Bangka Belitung dan PT Wangi Gaharu Budi Daya Indonesia yang pabriknya saat ini dalam proses pembangunan di Desa Lubuk, Kabupaten Bangka Tengah ini ditargetkan Gubernur Erzaldi untuk rampung pada bulan ketiga.

“Semoga ke depan Pihak PT Wangi Gaharu Budi Daya Indonesia akan terus mensosialisasikan kepada para petani kita, agar produksi gaharu kita lebih optimal,”harap Gubernur Erzaldi.

Ditambahkannya terkait penjualan gaharu, tetap harus mendapatkan rekomendasi Pegatri dan Dinas Kehutanan, dikarenakan gaharu termasuk kategori dilindungi berdasarkan Convention and International Trade In Endangered Species of Wild Fauna and Flora (CITES).

Sementara itu, Kurnia selaku perwakilan PT Wangi Gaharu Nusantara menyatakan kesiapannya untuk melakukan tahapan yang harus dikerjakan pihak perusahaan hingga tahap berproduksi, dikarenakan potensi tanaman gaharu sangat menjanjikan, sehingga diperlukan penerapan inokulasi bagi para petani terhadap tanaman pohon gaharu.

“Sesuai arahan Gubernur, di bulan ketiga kami harus sudah berproduksi, maka dalam kurun dua bulan ini kami harus menyelesaikan pembangunan pabrik, sosialisasi kepada petani, dan penyuntikan onikulan,” pungkasnya. (bd)

TerabasNews

Recent Posts

Wali Kota Pangkalpinang Ajukan Perubahan KUA-PPAS 2026, Kalibrasi Ulang Anggaran demi Layanan Publik Optimal

TerabasNews, PANGKALPINANG – Wali Kota Pangkalpinang Prof. Saparudin mengajukan Rancangan Perubahan Kebijakan Umum APBD (KUA)…

54 mins ago

Pelayanan Kesehatan Gratis Bulan Bakti HUT ke-50 PT TIMAH Hadir di Mentok, Ratusan Warga Rasakan Manfaatnya

TerabasNews, BANGKA BARAT -- Ratusan warga Bangka Barat ikut memeriksanakan kesehatan dalam Bulan Bakti dalam…

4 hours ago

Wali Kota Pangkalpinang Tekankan Pentingnya Disiplin dan Integritas ASN demi Pelayanan Publik Berkualitas

TerabasNews, PANGKALPINANG – Wali Kota Pangkalpinang Prof. Saparudin Masyarudin memimpin pelaksanaan Apel Gabungan lingkungan Pemerintah…

4 hours ago

Klarifikasi Resmi Satlap Tri Cakti atas Pemberitaan yang Tidak Benar dan Menyesatkan

TerabasNews, Pangkalpinang, 2 Agustus 2026 – Satlap Tri Cakti menyampaikan klarifikasi resmi atas pemberitaan yang…

19 hours ago

Sebanyak 86 Kantong Darah Terkumpul, Donor Darah Bulan Bakti HUT ke-50 PT TIMAH Bantu Jaga Stok PMI Bangka Barat

TerabasNews, BANGKA BARAT -- Semangat kemanusiaan mewarnai kegiatan donor darah yang digelar dalam rangka Bulan…

19 hours ago

Khitanan Massal Bulan Bakti HUT ke-50 PT TIMAH Disambut Antusias Warga Bangka Barat, Ringankan Beban Ekonomi Keluarga

TerabasNews, BANGKA BARAT -- Khitanan Massal Bulan Bakti HUT ke-50 PT TIMAH (Persero) Tbk dengan…

19 hours ago