Pemprov Babel Harap Program Bangga Kencana Berjalan Optimal di Bangka Barat

TerabasNews – TUGANG – Kasus stunting di Bangka Barat masih cukup tinggi. Daerah dengan jumlah penduduk 199.823 jiwa ini masih banyak mengalami pernikahan dini yang tidak dipersiapkan secara matang. Untuk itu, Pemprov. Babel memberikan perhatian khusus agar program Bangga Kencana dapat menyentuh masyarakat Bangka Barat secara optimal.

Hal ini disampaikan oleh Wakil Gubernur Abdul Fatah saat menghadiri Sosialisasi Program Pembangunan Keluarga bersama Mitra Kerja tahun 2020 bertempat di Desa Tugang, Kecamatan Kelapa, Kabupaten Bangka Barat, Rabu (14/10/20).

Ini juga menjadi perhatian Pemprov. Babel dalam mempersiapkan remaja dan kaum millenial dalam membuat perencanaan dalam berkeluarga yang diharapkan akan memiliki hidup yang lebih sehat, dan memiliki SDM yang berkualitas.

Disampaikan oleh Kepala BKKBN RI, Hasto Wardoyo keluarga yang memiliki dua anak akan lebih sehat daripada memiliki anak lebih dari dua yang akan memberikan risiko kematian kepada Ibu atau anak.

“Dua anak lebih sehat, karena terbukti di seluruh dunia anak ketiga, keempat, kelima tingkat kematian ibu atau bayinya lebih tinggi dibandingkan saat memiliki anak pertama dan kedua,” ujarnya.

Karena itu, untuk mengendalikan populasi penduduk lebih optimal, BKKBN memiliki program pemberian obat dan alat kontrasepsi gratis agar tidak terjadinya drop-out KB. Pemberian obat dan kontrasepsi ini tidak hanya diberikan melalui bidan dan pelayanan kesehatan pemerintah namun, sekarang juga bisa diberikan melalui bidan, klinik, dan rumah sakit swasta.

“Dulu aturannya hanya diberikan kepada bidan-bidan praktik PNS atau tempat pelayanan pemerintah seperti puskesmas namun, hari ini sudah diubah peraturannya,” ungkapnya.

Kepala BKKBN RI mengimbau kepada pemda agar pelayanan KB di rumah sakit daerah atau puskesmas digratiskan. Dirinya mengaku siap untuk mendukung agar memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat.

“Apabila memungkinkan, pelayanan KB di RS negeri dan di puskesmas digratiskan, maka kami akan mensupport semua kebutuhan alat,” ungkapnya.

Kepala BKKBN RI, Hasto Wardoyo yang memiliki latar belakang sebagai seorang dokter kebidanan pun menyampaikan bahwa dengan memberi jarak tiga tahun usia kehamilan maka, kemungkinan memiliki anak yang berkualitas lebih memungkinkan.

“Kalau jaraknya tiga tahun, insyaAllah anaknya akan berkualitas. Karena, kalau tidak berkualitas maka bonus demografi tidak bisa kita panen,” terangnya.

Pemerintah Indonesia melalui BKKBN bertujuan untuk memiliki generasi yang unggul dengan keuntungan bonus demografi yang akan dimiliki pada tahun 2030. (kha)

TerabasNews

Recent Posts

Perkuat Sinergi Pemerintah Pusat dan Daerah Selesaikan Persoalan Tata Ruang, IUP, Aset, dan Agraria, Gubernur Babel Buka Persoalan di DPR RI

TerabasNews, Jakarta – Gubernur Kepulauan Bangka Belitung, Hidayat Arsani, mendorong Komisi II DPR RI bersama…

14 hours ago

BPKP Babel Lakukan Evaluasi Maturitas SPIP Terintegrasi di Pemerintah Kabupaten Bangka Selatan

TerabasNews, TOBOALI — Perwakilan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung melakukan…

17 hours ago

RSUD Kriopanting Bangka Selatan Raih Penghargaan Fasilitas Kesehatan Terbaik Tingkat Cabang BPJS Kesehatan 2026

TerabasNews, Bangka selatan — RSUD Kriopanting yang berlokasi di Kecamatan Payung, Kabupaten Bangka Selatan, berhasil…

17 hours ago

<em>Polda Babel Salurkan 12 Ribu Liter Air Bersih Ke Warga Desa Kemuja Terdampak Kekeringan</em>

TerabasNews, Polda Bangka Belitung kembali menyalurkan sebanyak 12 ribu liter air bersih kepada masyarakat yang…

17 hours ago

Perkuat Tata Kelola Perusahaan, PT TIMAH Raih Dua Penghargaan TOP GRC Awards 2026

TerabasNews, JAKARTA -- PT TIMAH (Persero) Tbk meraih dua penghargaan dalam ajang TOP GRC Awards…

19 hours ago

Enam Tahun Berjuang Melawan Sakit, PT TIMAH Bantu Biaya Pengobatan Jaimin

TerabasNews, PANGKALPINANG – Bertahun-tahun menghadapi penyakit infeksi pada bagian dalam gendang telinga membuat Jaimin (57),…

20 hours ago